TUAL, MALRA-NEWS – Komitmen Kepolisian Resor (Polres) Tual dalam memperkuat perang melawan peredaran dan penyalahgunaan narkotika terus diperkuat. Sebagai langkah awal menghadapi pelaksanaan Operasi Simpatik Salawaku 2026, Polres Tual menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) guna meningkatkan kesiapan personel sekaligus memperkuat sinergi lintas fungsi dalam pelaksanaan operasi yang akan berlangsung secara serentak di seluruh Indonesia.

‎Kegiatan yang dipusatkan di Aula Jananuraga Polres Tual, Rabu (29/7/2026), dibuka langsung oleh Wakapolres Tual, Kompol Rony Ferdi Manawan, S.Sos., M.H., didampingi Kabagops Polres Tual Kompol La Ode Arif Jaya, S.H., serta Kasat Resnarkoba Iptu Rusli La Sahidin. Seluruh personel yang telah ditunjuk sebagai peserta operasi mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari pemantapan strategi sebelum turun ke lapangan.

‎Mengusung tema "Melalui Latihan Pra Operasi, Kita Tingkatkan Kemampuan Personel dan Sinergitas Antar Fungsi dalam Memberantas Tindak Pidana Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba di Wilayah Hukum Polda Maluku," latihan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Juli 2026.

‎Dalam arahannya, Wakapolres Tual menegaskan bahwa Latpraops bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta memastikan seluruh personel memahami sasaran, target, dan mekanisme operasi secara utuh.

‎"Latpraops ini jangan hanya diikuti sebagai formalitas, tetapi harus dipahami dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Dengan kesiapan yang matang, kita optimistis seluruh sasaran operasi dapat dicapai secara maksimal," tegas Kompol Rony Ferdi Manawan.

‎Ia menjelaskan, Operasi Simpatik Salawaku 2026 akan dilaksanakan selama sepuluh hari, mulai 4 hingga 13 Agustus 2026, dengan mengedepankan langkah-langkah preemtif dan preventif sebagai strategi utama dalam menekan peredaran serta penyalahgunaan narkotika di tengah masyarakat.

‎Menurutnya, operasi tersebut tidak hanya menyasar masyarakat sebagai objek pembinaan dan penegakan hukum, tetapi juga mencakup pengawasan internal terhadap anggota Polri melalui keterlibatan fungsi Profesi dan Pengamanan (Propam).

 Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga profesionalisme, integritas, dan disiplin aparat dalam setiap pelaksanaan tugas.

‎Wakapolres juga mengingatkan seluruh personel agar senantiasa mengedepankan pendekatan yang humanis, bekerja sesuai prosedur, menjunjung tinggi aturan hukum, serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

‎"Operasi ini diharapkan mampu membangun rasa simpatik masyarakat terhadap Polri, meningkatkan kesadaran hukum, serta memperkuat kepatuhan bersama dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, tertib, dan kondusif," ujarnya.

‎Usai memberikan arahan, Wakapolres Tual secara resmi membuka kegiatan Latihan Pra Operasi Simpatik Salawaku 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pendalaman materi teknis yang dipimpin oleh Kabagops Polres Tual bersama Kasat Resnarkoba sebagai instruktur utama, mencakup strategi operasi, pola penindakan, hingga penguatan koordinasi lintas fungsi.

‎Dengan digelarnya Latpraops ini, Polres Tual menunjukkan keseriusannya dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang profesional, responsif, dan berintegritas guna mendukung keberhasilan Operasi Simpatik Salawaku 2026. 

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Polri dalam memutus mata rantai peredaran narkoba sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polres Tual dan Provinsi Maluku secara umum.

‎(MALRA-NEWS | Humas Polres Tual)