![]() |
Momentum itu dibuka dengan sambutan Bupati Maluku Tenggara yang dibacakan oleh Plt. Sekretaris Daerah, Bernadus Rettob.
Dalam pidatonya, Bupati menekankan syukur atas kesempatan berhimpun dalam suasana yang disebutnya harmonis dan penuh harapan.
Ia menyebut pelantikan ini sebagai ruang pembaruan semangat bagi intelektual muda Katolik untuk kembali menegaskan peran strategis mereka dalam kehidupan sosial, gerejawi, dan kebangsaan.
Bupati menyinggung sejarah panjang keterlibatan tokoh-tokoh Katolik Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan dan pembentukan wajah negara.
Ia menggarisbawahi jejak Van Lith, Barnabas Sarikrama, hingga pengaruh formasi awam Katolik yang kuat pada era 1950–1970an.
Menurutnya, karakter cerdas, sabar, tepercaya, serta solid dalam organisasi adalah kekayaan Katolik Indonesia yang tak boleh hilang di era kontemporer.
“Di pundak kalian ada puluhan ribu umat Katolik Maluku Tenggara yang membutuhkan pencerahan intelektual,” ujar Bupati melalui sambutan tertulis.
Ia meminta pengurus baru PMKRI untuk tampil berani mengonsolidasikan organisasi, membangun kemitraan dengan OKP lainnya, dan hadir sebagai pribadi yang 100 persen Katolik dan 100 persen Indonesia.
Empat pesan utama dititipkan kepada para kader: menjadi pribadi militan namun rasional; setia pada nilai universal Gereja; mampu memanfaatkan teknologi secara positif seperti teladan Carlo Acutis; serta menghidupi semangat iman, persaudaraan, dan belas kasih yang digaungkan Paus Fransiskus.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara juga memberi apresiasi kepada pengurus periode sebelumnya dan berharap kepengurusan baru dapat membawa PMKRI Langgur ke arah yang lebih kokoh dan relevan.
“Semoga berkat Tritunggal Maha Kudus menyertai seluruh gerak langkah PMKRI,” tutupnya.
Acara ditutup dengan salam khas lintas budaya dan tradisi: Wassalamualaikum, Shaloom, dan Salve, menandai tekad untuk berjalan bersama dalam keberagaman.


0 comments:
Post a Comment