![]() |
Apel yang berlangsung di Lapangan Upacara Kodim 1503/Tual tersebut dipimpin langsung Kapolres Maluku Tenggara Rian Suhendi dan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, BPBD, Pemadam Kebakaran, serta berbagai unsur stakeholder terkait lainnya.
Kegiatan ini juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam, Kepala Kejaksaan Negeri Maluku Tenggara Fadjar, Danyon C Pelopor Rudi Muskitta, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres membacakan amanat Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan bagian penting untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam mendukung kelancaran pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
“Apel ini merupakan wujud komitmen bersama serta sinergitas lintas sektor dalam rangka memastikan pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Kapolres saat membacakan amanat Kapolri.
Dalam amanat tersebut dijelaskan bahwa Polri bersama TNI dan seluruh instansi terkait akan melaksanakan Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini melibatkan sekitar 161.243 personel gabungan yang akan disiagakan di berbagai wilayah Indonesia.
Untuk mendukung kelancaran pengamanan arus mudik dan balik Lebaran, aparat juga menyiapkan 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan (Pos Pam), 779 Pos Pelayanan (Pos Yan), serta 343 Pos Terpadu yang berfungsi sebagai pusat pelayanan dan informasi bagi masyarakat.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama musim mudik Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.
Oleh karena itu, pengamanan difokuskan pada berbagai objek vital seperti masjid, lokasi pelaksanaan Salat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, bandara hingga kawasan objek wisata.
Selain itu, aparat keamanan juga diminta mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat seperti kejahatan konvensional, aksi premanisme, balap liar hingga potensi konflik antar kelompok.
Kapolri juga mengingatkan seluruh personel yang terlibat agar mengedepankan pelayanan maksimal kepada masyarakat, termasuk mengoptimalkan layanan darurat Kepolisian 110 serta menyediakan fasilitas penitipan kendaraan di kantor polisi bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
“Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kita wujudkan mudik yang aman sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan nyaman bersama keluarga,” demikian pesan Kapolri dalam amanatnya.
Operasi Ketupat sendiri merupakan agenda rutin nasional yang digelar setiap tahun oleh Polri bersama TNI dan instansi terkait guna menjamin keamanan, keselamatan, serta kelancaran arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri di seluruh wilayah Indonesia.
.jpg)

0 comments:
Post a Comment