![]() |
M.Thaher Hanubun nilai sangat penting dan strategis, karena berkaitan dengan isu nasional dan lokal yakni Penanganan Stunting serta Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC)-Asta Cita Presiden/Wakil Presiden RI Periode 2024-2029.
"Tujuan mulia dalam program ini adalah mendorong kemampuan intelektual generasi muda Kita, menyongsong Indonesia Emas 2045," ucapannya.
Hanubun mengakui, berdasarkan laporan yang di terima, saat ini telah beroperasi 2 (Dua) Dapur MBG yakni SPPG Watdek dan SPPG Wearlilir. "Selanjutnya melalui intervensi Pemerintah Pusat dan kebijakan Pemerintah Daerah.
"Perlu informasikan bahwa dalam waktu dekat akan dibangun 5 (Lima) Dapur MBG, yakni 3 (Tiga) Dapur yang dibiayai APBN yang berlokasi di Ohoi Uwat Air, Ohoi Danar dan Lokasi Kantor Bupati Maluku Tenggara, sedangkan 2 (Dua) dapur melalui pembiayaan mandiri APBD akan dibangun di Ohoi Rahangiar dan Ohoi Rat," ujar Bupati Malra.
Diketahui, khusus untuk pemberian MBG di Wilayah 3T sudah ditetapkan Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 58.1 Tahun 2025 tentang Pedoman Teknis Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis di Wilayah 3T
"Dimungkinkan akan dibangun lagi dapur MBG di 51 (lima Puluh Satu) titik untuk memudahkan akses pelayanan bagi anak-anak Kita," jelasnya.
Atas nama Pemerintah dam pribadi menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah memfasilitasi pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada anak-anak bangsa di daerah ini, terlebih khusus kepada Yayasan GERAKAN MALUKU BERGIZI.
Dalam upaya keberlangsungan dan kemanfnatan pemberian MBG ini, Saya ingin menitipkan beberapa pesan penting :
1. Pihak Mitra, SPPG BGN agar senantiasa membangun koordinasi, sinkronisasi dan kolaborasi yang baik dengan semua Pihak termasuk Pemerintah Daerah. Karena berbagai persoalan terkait MBG, bisa saja terjadi, sebagai contoh KLB yang terjadi di beberapa tempat operasional mekanisme
2. Patuhi yang terstruktur dan konsisten guna menjamin kelancaran pelayanan serta jaga kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat, mulai dari penyiapan bahan, pengolahan makanan, pemeriksaan mutu, hingga distribusi ke lokasis sasaran.
3. Jaga kebersihan dan kompetensi relawan diutamakan relawan SPPG dari SPPG, kalangan ibu-ibu dan masyarakat setempat yang telah mendapatkan pelatihan dasar Pengolahan pangan dan sanitasi.
4. Optimalkan sumber lokal alternatif, dengan memanfaatkan logistik yang dihasilkan oleh masyarakat setempat, seperti hasilpekarangan pangan rumah tangga, kebun sekolah, kelompok tani.
Ia berharap kegiatan pemberian Makan Bergizi ini dapat terlaksana secara baik dan berkesinambungan di Sekolah, Saya minta para guru untuk terus mengawasi dan melaporkan hal-hal yang berpotensi menimbulkan persoalan," tutup Bupati Malra, Drs M.Thaher Hanubun.


0 comments:
Post a Comment