![]() |
Pelatihan otomotif dan pertukangan kayu yang dibuka secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara pada tahun 2025 ini menjadi simbol harapan baru. Sebab, di balik kegiatan sederhana ini, tersimpan misi besar: mencetak tenaga kerja terampil, mandiri, dan siap bersaing.
“Banyak orang bisa bekerja, tapi tidak semua punya keahlian. Kalau pekerjaan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, tunggulah kehancurannya,” ujar Taher, mengutip hadis yang ia jadikan pengingat bagi para peserta.
Dalam sambutannya, Taher mengenang masa lalu kejayaan sekolah teknik di Langgur yang dulu dikenal mencetak lulusan siap kerja. Ia berharap semangat itu hidup kembali melalui kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat (BBPLM) Ambon.
Menurutnya, pelatihan seperti ini bukan sekadar rutinitas program pemerintah, melainkan investasi masa depan.
“Kita punya tingkat pengangguran yang masih tinggi. Tapi dengan pelatihan seperti ini, anak-anak muda tidak hanya dapat pekerjaan, mereka punya keahlian yang bisa membuka lapangan kerja sendiri,” tegasnya.
Bupati yang dikenal blak-blakan itu juga menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang ingin hasil cepat tanpa kesabaran dan ketelitian. Ia mencontohkan, tukang kayu di Jawa terkenal telaten hingga hasilnya rapi dan presisi.
“Kita di sini sering buru-buru. Yang penting paku masuk, soal hasil belakangan. Padahal, tanpa kesabaran, hasil kerja tidak akan bagus,” katanya sambil tersenyum.
Taher berharap, para peserta pelatihan otomotif dan pertukangan kayu kali ini benar-benar serius menimba ilmu. Pemerintah, katanya, akan menindaklanjuti hasil pelatihan dengan dukungan alat kerja dan pembentukan kelompok-kelompok wirausaha muda.
“Setelah ini jangan berhenti di sertifikat. Gunakan keahlianmu untuk buka bengkel sendiri, buat perabot sendiri. Pemerintah akan bantu peralatan dan modal awal. Karena satu anak muda yang bekerja, bisa memberi makan satu keluarga,” ucapnya, disambut tepuk tangan peserta.
Ia juga menyinggung peluang besar di depan mata: proyek Blok Marsela yang diperkirakan membuka lapangan kerja bagi lebih dari 10 ribu orang.
“Kalau anak-anak Maluku Tenggara tidak punya keahlian, kita hanya akan jadi penonton. Karena itu, mulai sekarang siapkan diri,” pesan Taher dengan nada serius.
Pelatihan yang diikuti puluhan peserta ini terdiri dari dua kelas utama — otomotif dan pertukangan kayu. Program ini dirancang agar para peserta tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga siap menjadi pengusaha muda mandiri di sektor jasa dan produksi lokal.
Sebelum menutup sambutan, Taher kembali menegaskan pesan utamanya: kerja keras, keahlian, dan kesabaran adalah kunci perubahan nasib.
“Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum kalau mereka tidak berusaha mengubahnya sendiri,” ujarnya mengutip ayat suci, sebelum dengan lantang menutup pidatonya, “Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, pelatihan otomotif dan pertukangan kayu tahun 2025 saya nyatakan resmi dibuka.”
Tepuk tangan menggema di aula itu. Dan di tengah riuh semangat anak-anak muda Maluku Tenggara, seolah ada keyakinan baru tumbuh — bahwa masa depan tak hanya menunggu, tapi bisa diciptakan dengan tangan dan keahlian sendiri


0 comments:
Post a Comment