![]() |
Peresmian fasilitas tersebut menjadi momentum penting dalam pengembangan ekonomi biru di Maluku Tenggara, sekaligus bukti nyata keberhasilan kemitraan strategis internasional antara Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan Perusahaan Hyundai Asan, Korea Selatan, melalui proyek Dukungan Teknologi Cerdas untuk Peningkatan Produktivitas Akuakultur di Indonesia.
Dalam sambutannya, Bupati Maluku Tenggara menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budidaya Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Bapak Cahyadi Rasid, yang kembali hadir dan memberikan dukungan langsung terhadap pembangunan sektor perikanan di daerah tersebut.
“Terima kasih Pak Asdep, karena sudah datang lagi untuk melihat kami di sini. Kehadiran Bapak adalah bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap Maluku Tenggara,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan, di tengah kebijakan efisiensi keuangan nasional yang berdampak pada pengurangan dana transfer ke daerah, pemerintah daerah dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. "Salah satu strategi utama adalah membangun kemitraan pembangunan dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan mitra internasional.
“Permasalahan pembangunan daerah sangat banyak, sementara kapasitas keuangan daerah terbatas. Oleh karena itu, kemitraan adalah solusi terbaik untuk mempercepat pembangunan,” tegasnya.
![]() |
Sejalan dengan arah kebijakan nasional tersebut, Pemkab Maluku Tenggara merancang agenda lima tahunan mulai 2026 hingga 2030 yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya alam lokal, khususnya pengembangan rumput laut dan peningkatan produktivitas nelayan kecil.
“Pengembangan rumput laut tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan lokal, program Makan Bergizi Gratis (MBG), penanggulangan stunting, serta penurunan kemiskinan ekstrem,” ungkap Bupati.
Data menunjukkan potensi rumput laut Maluku Tenggara sangat besar. Dari total 8.662,23 hektare lahan potensial yang tersebar di 11 kecamatan, baru sekitar 1.380,62 hektare atau 15,94 persen yang dimanfaatkan hingga tahun 2024, dengan produksi rumput laut kering mencapai 5.848,6 ton. Artinya, masih terdapat 84,06 persen lahan potensial yang belum tergarap.
Fasilitas penjemuran rumput laut yang diresmikan ini diharapkan menjadi pemicu semangat dan peningkatan produktivitas pembudidaya, khususnya di klaster Teluk Uf.
"Bupati meminta Kepala Ohoi Uf untuk mengawasi pemanfaatan fasilitas tersebut agar digunakan secara optimal dan berkelanjutan oleh kelompok budidaya.
“Fasilitas ini harus dirawat dan dijaga bersama, karena untuk mendapatkannya melalui proses panjang yang tidak mudah,” pesan Bupati.
Di akhir sambutannya, Bupati Maluku Tenggara menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Balai Budidaya Provinsi Maluku, Institut Nasional Ilmu Perikanan (NIFS) Kementerian Samudera dan Perikanan Republik Korea Selatan, serta Perusahaan Hyundai Asan Korea Selatan atas dukungan dan kerja sama yang telah menjadikan Ohoi Uf sebagai satu-satunya desa di Indonesia yang menjadi lokasi penerapan teknologi cerdas akuakultur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pimpinan NIFS Korea Selatan, pimpinan Hyundai Asan, Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon, Plt. Sekda, staf ahli, asisten Setda, pimpinan OPD, Camat KKTS, organisasi pers, Kepala Ohoi Uf, serta masyarakat dan para pembudidaya rumput laut.
Peresmian ini menjadi tonggak penting menuju Maluku Tenggara sebagai pusat pengembangan rumput laut dan ekonomi biru berdaya saing global.



0 comments:
Post a Comment