LANGGUR, MALRA-NEWS-ID – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Dinas Perikanan resmi melaporkan keberhasilan pelaksanaan Proyek Dukungan Teknologi Cerdas untuk Meningkatkan Produktivitas Akuakultur di Indonesia yang berlokasi di Ohoi Uf, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Selasa (16/12/2025).
Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara, Ruslan Abdul Gani Ingrattubun, dalam acara peresmian pemanfaatan Fasilitas Penjemuran Rumput Laut sekaligus penyerahan bantuan sarana budidaya kepada kelompok masyarakat pembudidaya.
Dalam laporannya, Ruslan menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya proyek strategis ini sebagai bentuk implementasi kerja sama antara Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia dengan Kementerian Samudera dan Perikanan Republik Korea Selatan, yang didukung penuh oleh National Institute of Fisheries Science (NIFS) serta Perusahaan Hyundai Asan Korea Selatan.
“Proyek ini merupakan kerja sama internasional tahun 2025 yang bertujuan meningkatkan produktivitas akuakultur, khususnya budidaya rumput laut, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujar Ruslan.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan proyek dimulai dari survei lokasi pada 18–20 April 2025 oleh tim Hyundai Asan dan NIFS bersama Dinas Perikanan Maluku Tenggara di sejumlah ohoi, yakni Ohoi Sathean, Dunwahan, Letman, Letvuaan, Arso, dan Uf. Dari hasil survei tersebut, Ohoi Uf dinilai paling memenuhi kriteria lokasi, karena kondisi lahan yang clear and clean serta elevasi yang mendukung pembangunan fasilitas pengering rumput laut.
Tahapan berikutnya dilaksanakan pada 7–8 Agustus 2025, berupa survei teknis oleh arsitek Hyundai Asan, dilanjutkan dengan penetapan kontraktor lokal. Proses administrasi kontrak berlangsung pada September hingga November 2025, bersamaan dengan pembangunan fasilitas penjemuran dan pengadaan sarana budidaya. Selanjutnya, pada 9–13 November 2025, dilaksanakan pelatihan pembudidaya serta inspeksi akhir pembangunan fasilitas.
“Dan hari ini, Selasa 16 Desember 2025, kita bersama-sama meresmikan pemanfaatan fasilitas penjemuran rumput laut serta menyerahkan bantuan sarana budidaya kepada masyarakat,” tambahnya.
![]() |
Ruslan juga melaporkan bahwa penerima manfaat proyek ditetapkan melalui mekanisme musyawarah dan aklamasi masyarakat Ohoi Uf, sehingga terpilih 7 kelompok budidaya yang benar-benar menggantungkan hidup sebagai pembudidaya atau nelayan utama.
Berdasarkan perhitungan Dinas Perikanan, dengan 16 tali longline per kelompok sepanjang 50 meter, potensi produksi rumput laut mencapai 148.736 kilogram basah atau 14.874 kilogram kering per tahun dalam 8 siklus panen. Dengan harga rumput laut kering sebesar Rp12.000 per kilogram, total pendapatan 7 kelompok mencapai Rp178.483.200 per tahun, atau rata-rata Rp25.497.600 per kelompok.
“Artinya, proyek ini secara nyata berkontribusi terhadap pengentasan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka pengangguran di Ohoi Uf, dengan menyerap sedikitnya 35 orang sebagai pembudidaya aktif,” tegas Ruslan.
Ia menambahkan, kehadiran proyek ini turut mendukung pencapaian visi Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara, yakni masyarakat Maluku Tenggara yang mandiri, cerdas, demokratis, dan berkeadilan menuju Maluku Tenggara Hebat.
Sebagai bagian dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pada 14–23 Oktober 2025, tiga orang staf Dinas Perikanan Maluku Tenggara bersama tim Kemenko Pangan dan KKP RI juga mengikuti Fellowship Training di Korea Selatan, yang difasilitasi langsung oleh Hyundai Asan.
Mengakhiri laporannya, Ruslan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Maluku Tenggara, Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, NIFS Korea Selatan, Hyundai Asan, Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon, Pemerintah Ohoi Uf, serta seluruh masyarakat yang sejak awal hingga peresmian selalu mendukung dan berpartisipasi aktif.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Bupati Maluku Tenggara sekaligus peresmian pemanfaatan fasilitas penjemuran rumput laut, yang ditandai dengan pengguntingan pita dan penyerahan sarana budidaya secara simbolis.


0 comments:
Post a Comment