![]() |
Sekretaris Ohoi Fako, Max Piter Soin, kepada MALRA-NEWS-ID menjelaskan bahwa hujan deras yang turun sejak pukul 06.00 hingga sekitar 07.35 WIT mengakibatkan luapan air dan pergerakan tanah di sejumlah titik rawan.
“Curah hujan yang tinggi membuat beberapa titik tebing mengalami longsor dan mengancam rumah-rumah warga yang berada di sekitar lereng,” ungkap Max.
Tak hanya itu, material longsor juga menghantam sejumlah ruas jalan di wilayah Fako yang berdekatan langsung dengan pemukiman masyarakat. Kondisi tersebut mempersempit akses warga dan berpotensi melumpuhkan jalur transportasi apabila tidak segera ditangani.
Selain ancaman longsor, banjir turut merendam rumah warga dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 60 sentimeter. Warga terpaksa menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi guna menghindari kerusakan lebih parah.
Max menegaskan, situasi di Ohoi Fako sangat memprihatinkan. Ia bahkan memperingatkan bahwa apabila hujan lebat kembali turun dan bertahan sekitar 30 menit saja, maka potensi kerusakan yang lebih besar tidak dapat dihindari.
“Kalau hujan lebat bertahan 30 menit lagi, bisa dipastikan Ohoi Fako akan hanyut. Kondisi tanah sudah labil dan debit air sangat tinggi,” tegasnya.
Atas kondisi tersebut, Pemerintah Ohoi Fako berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara, khususnya Bupati, segera mengambil langkah cepat dengan mendesak instansi terkait, terutama badan penanggulangan rencana untuk turun langsung melakukan penanganan darurat.
![]() |
MALRA-NEWS-ID akan terus memantau perkembangan situasi di Ohoi Fako dan menyampaikan informasi terkini kepada publik.(APRI UWALYANAN)



0 comments:
Post a Comment