TUAL, MALRA-NEWS-ID | Tual – Dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali mencoreng institusi vertikal di daerah. Kali ini, sorotan mengarah ke Kantor Bea dan Cukai Tual yang diduga tidak mampu mengawasi distribusi BBM operasional kapal dinasnya sendiri.
Informasi yang dihimpun MALRA-NEWS-ID dari sumber internal yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (28/02/2026), menyebutkan bahwa BBM yang semestinya diperuntukkan bagi operasional kapal Bea Cukai guna menunjang tugas pengawasan dan pelayanan, justru diduga diperjualbelikan oleh oknum di internal kantor tersebut.
“Transaksi jual BBM bukan baru kali ini, sudah berulang-ulang terjadi,” ungkap sumber tersebut.
Lebih jauh, sumber menyebutkan bahwa dugaan praktik ini melibatkan salah satu oknum tenaga honorer yang bekerja di lingkungan Bea Cukai Tual.
BBM yang seharusnya menjadi penunjang utama mobilitas kapal patroli dalam menjalankan fungsi pengawasan kepabeanan dan cukai di wilayah perairan Tual dan sekitarnya, diduga dialihkan untuk kepentingan pribadi.
Jika informasi ini benar, maka praktik tersebut bukan hanya pelanggaran disiplin internal, tetapi juga berpotensi mengarah pada tindak pidana penyalahgunaan aset negara.
Dugaan ini pun memunculkan pertanyaan serius terkait sistem pengawasan internal dan manajemen distribusi logistik di kantor tersebut.
Sebagai institusi yang berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Bea Cukai memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga integritas serta profesionalitas aparaturnya.
Dugaan praktik yang disebut terjadi secara berulang ini mengindikasikan adanya celah pengawasan yang perlu segera dievaluasi secara menyeluruh.
Publik pun mempertanyakan, bagaimana mungkin BBM operasional kapal dinas dapat diperjualbelikan tanpa terdeteksi? "Apakah tidak ada sistem pencatatan, pengawasan, dan kontrol distribusi yang ketat? Ataukah praktik ini telah berlangsung lama tanpa tindakan tegas?
Sumber internal berharap agar pihak kementerian segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk audit penggunaan BBM operasional kapal.
Ia juga mendesak agar jika terbukti bersalah, oknum yang terlibat segera diberikan sanksi tegas hingga pemecatan.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Kantor Bea dan Cukai Tual belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

0 comments:
Post a Comment