![]() |
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, saat memimpin Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Operasi Katarak bersama Kemensos RI melalui Sentra Meohai Kendari dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia, di ruang rapat Kantor Bupati Maluku Tenggara, Senin (23/2/2026).
“Tujuan utamanya adalah mengembalikan fungsi penglihatan lansia dan masyarakat kurang mampu sehingga meningkatkan kemandirian, produktivitas, serta kualitas hidup mereka,” ujar Rahantoknam.
Ia menegaskan, layanan operasi katarak gratis ini tidak hanya diperuntukkan bagi kelompok lanjut usia, tetapi juga terbuka bagi masyarakat di bawah usia lansia yang membutuhkan penanganan medis. Pemerintah daerah ingin memastikan tidak ada warga yang kehilangan kesempatan melihat kembali hanya karena keterbatasan biaya.
Angka Katarak Signifikan
Dalam arahannya, Wabup mengungkapkan bahwa secara historis Maluku Tenggara memiliki angka penderita katarak yang cukup tinggi, terutama pada penduduk usia di atas 30 tahun. Berdasarkan referensi yang dibacanya, prevalensi katarak di daerah ini disebut mencapai 38,5 persen.
Menurutnya, faktor geografis wilayah pesisir menjadi salah satu pemicu risiko. Paparan sinar ultraviolet, ditambah pantulan cahaya dari permukaan laut dan dataran rendah, dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya gangguan penglihatan di masyarakat.
“Karena mata susah melihat, masyarakat juga susah bekerja dan mencari nafkah. Ini bukan hanya persoalan medis, tetapi juga sosial dan ekonomi,” tegasnya.
Kolaborasi Sosial dan Medis
Program ini merupakan bagian dari rehabilitasi sosial yang memadukan kepedulian sosial dengan profesionalisme layanan kesehatan. Pemkab Maluku Tenggara diminta memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan optimal dan tepat sasaran.
Wabup meminta Dinas Kesehatan segera menyiapkan data warga yang terdeteksi menderita katarak. Sementara itu, kesiapan fasilitas medis menjadi perhatian utama, khususnya di RSUD Karel Sadsuitubun dan RSUD Pratama Elat yang akan mendukung pelaksanaan operasi.
Dinas Sosial juga diminta berkoordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit agar proses verifikasi penerima manfaat berjalan akurat dan pelayanan dapat dilaksanakan tanpa hambatan.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara Muhsin Rahajaan, Plt. Kepala Dinas Sosial Titus Betaubun, Direktur RSUD Karel Sadsuitubun Langgur dr. Erni Mudhiati S, Sp.P, Direktur RSUD Pratama Elat dr. Mailiani Safitri Hatapayo, serta jajaran pimpinan rumah sakit dan tim Sentra Meohai Kendari.
Usai pembukaan rapat, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi teknis oleh Kepala Sentra Meohai Kendari Muhammad Gunawan dan Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Suratna bersama tim dan pendamping desa.
“Tolong diseriusi, karena ini berkaitan dengan kemanusiaan,” tutup Rahantoknam.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemkab Maluku Tenggara berharap ribuan mata yang selama ini kabur oleh katarak dapat kembali melihat terang—membuka kembali harapan, produktivitas, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat


0 comments:
Post a Comment