![]() |
Menjawab keluhan tersebut, Pemerintah Kota Tual menunjukkan langkah konkret. Wakil Wali Kota Tual, H. Amir Rumra, S.Pi., M.Si, mewakili Wali Kota Tual H. Akhmad Yani Renuat, S.Sos., M.Si., MH, melakukan evaluasi Pelabuhan Singga Kur sekaligus koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, khususnya Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut yang diwakili Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri. Kegiatan ini turut melibatkan Plt Kepala Bappeda Kota Tual sebagai bagian dari perencanaan pembangunan daerah.
Fokus utama evaluasi dan koordinasi tersebut adalah pengusulan jaringan Trayek Pelayaran Perintis untuk wilayah Pulau-Pulau Kur dan Kur Selatan.
Skema pelayaran perintis dinilai menjadi solusi strategis guna menjamin kepastian jadwal pelayaran, memperlancar distribusi logistik, serta menekan disparitas harga kebutuhan pokok yang selama ini memberatkan masyarakat.
“Transportasi laut adalah urat nadi kehidupan masyarakat kepulauan. Tanpa kepastian pelayaran, dampaknya langsung dirasakan warga, mulai dari kelangkaan barang hingga lonjakan harga,” menjadi penekanan dalam pertemuan tersebut.
Oleh karena itu, kehadiran trayek perintis diharapkan mampu menghadirkan layanan angkutan laut yang berkelanjutan, terjangkau, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Harapan masyarakat pun sederhana namun mendasar: kapal berlayar lebih pasti, barang kebutuhan tiba tepat waktu, harga tetap stabil, dan aktivitas ekonomi dapat berjalan normal meski cuaca tak menentu.
Dengan demikian, warga Pulau-Pulau Kur dan Kur Selatan dapat menjalani kehidupan yang lebih tenang dan sejahtera.
Pemerintah Kota Tual menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi, dan bekerja nyata melalui koordinasi lintas sektor dan lintas pemerintahan.
Bagi Pemkot Tual, setiap warga—baik di daratan maupun di pulau-pulau terluar—memiliki hak yang sama untuk merasakan perhatian negara dan pelayanan pembangunan yang adil serta berkelanjutan


0 comments:
Post a Comment