![]() |
Kedatangan dua unsur tempur laut tersebut bukan sekadar agenda rutin patroli. Ini adalah pesan tegas: negara hadir dan tidak pernah lengah menjaga kedaulatan perairan timur Indonesia.
Laut Timur yang berbatasan langsung dengan jalur strategis pelayaran internasional menjadi kawasan vital yang rawan terhadap berbagai potensi pelanggaran, mulai dari illegal fishing, penyelundupan, hingga ancaman keamanan maritim lainnya.
Satgas Operasi Trisila 26 dirancang sebagai operasi terpadu yang tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan.
Selain patroli dan pengamanan wilayah, prajurit TNI AL dijadwalkan melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat pesisir serta kegiatan bakti sosial, termasuk pembagian takjil kepada warga.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk pendekatan humanis TNI AL dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.
Kehadiran kapal perang di pelabuhan bukan untuk menciptakan jarak, melainkan memperkuat rasa aman dan kepercayaan publik terhadap institusi pertahanan negara.
Operasi Trisila 26 menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan TNI AL dalam memastikan stabilitas keamanan laut tetap terjaga, khususnya di wilayah timur yang memiliki posisi geopolitik penting.
Stabilitas ini tidak hanya berdampak pada keamanan, tetapi juga pada kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Dengan sandarnya KRI Balongan-908 dan KRI Dorang-874 di Tual, pesan yang ingin ditegaskan jelas: laut timur bukan ruang kosong. Negara hadir, prajurit siaga, dan kedaulatan tetap dijaga


0 comments:
Post a Comment