728x90 AdSpace

Latest News
Sunday, March 8, 2026

Aktivis Katolik Soroti Listrik Padam Saat Ramadan, Petrus Temorubun: PLN Harus Hormati Ibadah Umat Muslim

LANGGUR, MALRA-NEWS-ID — Aktivis Katolik Maluku Tenggara, Petrus Emanuel Temorubun, S.IP, menyoroti persoalan pemadaman listrik yang dinilai sering terjadi secara sepihak oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) di tengah berlangsungnya ibadah puasa umat Muslim pada Bulan Suci Ramadan.
‎Petrus menegaskan bahwa pada momentum bulan suci yang penuh berkah ini, PLN seharusnya lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.
‎Menurutnya, pemadaman listrik tanpa pemberitahuan yang jelas sangat mengganggu aktivitas ibadah, terutama saat sahur, berbuka puasa, hingga pelaksanaan salat tarawih di malam hari.
‎“PLN harus menghargai saudara-saudara kita umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. 
‎Jangan sampai listrik dipadamkan secara sepihak tanpa pemberitahuan yang jelas, karena hal itu sangat mengganggu kekhusyukan ibadah,” tegas Petrus kepada MALRA-NEWS-ID, Minggu (8/3/2026).
‎Ia mengatakan, listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang sangat vital, terutama pada bulan Ramadan di mana aktivitas masyarakat justru meningkat pada waktu-waktu tertentu seperti menjelang sahur dan setelah berbuka puasa.
‎Sebagai aktivis yang selama ini aktif menyuarakan kepentingan masyarakat, Petrus juga mengingatkan bahwa toleransi antarumat beragama di Maluku Tenggara harus terus dijaga. 
‎Menurutnya, menghormati umat Muslim yang sedang beribadah adalah bagian dari semangat persaudaraan dan kehidupan harmonis yang telah lama terbangun di daerah ini.
‎“Sebagai sesama anak bangsa, kita harus saling menghormati. Saya sebagai seorang Katolik juga merasa terpanggil untuk mengingatkan agar pelayanan listrik tetap maksimal selama Ramadan, demi menjaga kenyamanan saudara-saudara kita yang sedang beribadah,” ujarnya.
‎Ia berharap pihak PLN dapat meningkatkan pelayanan serta menghindari pemadaman listrik, khususnya pada waktu-waktu penting seperti sahur dan berbuka puasa.
‎Petrus juga meminta agar jika memang terjadi gangguan teknis yang tidak dapat dihindari, PLN dapat memberikan informasi secara terbuka kepada masyarakat sehingga tidak menimbulkan keresahan.
‎“Kalau memang ada gangguan teknis, sebaiknya disampaikan secara transparan kepada masyarakat. Dengan begitu masyarakat bisa memahami situasi yang terjadi,” tambahnya.
‎Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat agar seluruh pihak tetap menjaga semangat toleransi, saling menghormati, serta memperkuat persaudaraan antarumat beragama di Maluku Tenggara, khususnya di bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini.
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Aktivis Katolik Soroti Listrik Padam Saat Ramadan, Petrus Temorubun: PLN Harus Hormati Ibadah Umat Muslim Rating: 5 Reviewed By: malra-news.id