![]() |
Pertemuan berlangsung khidmat di Masjid Al-Hidjrah Fiditan Kampung Baru, dengan dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga dari kedua wilayah yang sebelumnya sempat terlibat konflik.
Dalam dialog terbuka tersebut, Kapolda Maluku menegaskan bahwa ia mendengar langsung dari masyarakat adanya kesepakatan bersama untuk mengakhiri konflik dan memilih jalan damai.
“Saya mendengar sendiri dari masyarakat, mereka sepakat untuk berdamai,” tegas Kapolda Maluku di hadapan warga.
Sebelumnya, dua kompleks — Fiditan Baru dan Fiditan Lama — sempat terlibat bentrokan yang memicu keresahan masyarakat.
Namun, kehadiran langsung Kapolda Maluku dinilai menjadi titik balik penting yang menyejukkan suasana dan memulihkan kepercayaan warga terhadap aparat keamanan.
Sebelum meninggalkan lokasi, Kapolda Maluku menitipkan pesan tegas namun penuh harapan kepada masyarakat agar tidak lagi terprovokasi dan senantiasa menjaga ketertiban.
“Hiduplah dengan damai, jangan lagi ada kekacauan, Basudara terus bikin bae,” pesan Kapolda.
Selain itu, Kapolda Maluku juga menaruh harapan besar kepada Kapolres Tual yang baru agar mampu menjaga stabilitas keamanan dan memastikan wilayah hukum Polres Tual tetap kondusif, khususnya di daerah rawan konflik.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa pendekatan dialog dan kehadiran langsung pimpinan kepolisian mampu menjadi solusi efektif dalam meredam konflik sosial serta memperkuat komitmen damai di tengah masyarakat


0 comments:
Post a Comment