728x90 AdSpace

Latest News
Friday, February 20, 2026

Satu Tahun SETARA, Fondasi Diperkuat – Bupati Maluku Tenggara Tegaskan Tak Ada Ruang Penyimpangan ‎

LANGGUR, MALRA-NEWS-ID — Tepat satu tahun masa pemerintahan periode 2025–2029, Bupati Maluku Tenggara menyampaikan refleksi sekaligus arah tegas pembangunan daerah. Tanggal 20 Februari 2025 disebut sebagai tonggak awal konsolidasi dan pembenahan fondasi menuju Maluku Tenggara yang mandiri, cerdas, demokratis dan berkeadilan.

‎Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa tahun pertama adalah fase konsolidasi. Memasuki tahun kedua, pemerintah daerah bergerak ke tahap percepatan dan penguatan hasil. Program prioritas, menurutnya, tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi harus menghadirkan dampak nyata dan terukur bagi kesejahteraan masyarakat.

‎Dengan mengusung tagline SETARA – Sejahterakan Negeri, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menetapkan visi: “Masyarakat Maluku Tenggara Mandiri, Cerdas, Demokratis dan Berkeadilan, Menuju Maluku Tenggara Hebat.”

‎Bupati menekankan, visi tersebut bukan sekadar pernyataan normatif. Ia menjadi arah kebijakan sekaligus ukuran kinerja pemerintahan. Mandiri secara ekonomi, cerdas dan berdaya saing, demokratis dalam tata kelola, serta adil dalam pemerataan pembangunan.

‎Tegas Soal Integritas: Tak Ada Kompromi

‎Dalam pidatonya, Bupati secara lugas menegaskan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan keberpihakan kepada rakyat sebagai fondasi utama pemerintahan.

‎“Tidak ada ruang bagi penyimpangan. Tidak ada kompromi terhadap integritas,” tegasnya.

Sistem perencanaan dan penganggaran diperbaiki agar lebih disiplin dan terukur. Pengawasan internal diperkuat. Pelayanan publik diarahkan menjadi lebih cepat, transparan dan akuntabel. Kinerja aparatur dituntut semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

‎Target pendapatan daerah pun, menurutnya, harus realistis dan berbasis potensi riil, bukan sekadar angka di atas kertas.

‎Lima Misi, Sembilan Program Prioritas

‎Untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah menetapkan lima misi pembangunan yang dielaborasi dalam sembilan program prioritas. Setelah satu tahun berjalan, sejumlah capaian pokok mulai terlihat.

‎Pertama, peningkatan investasi dan stabilisasi harga. Pemerintah daerah memperkuat koordinasi pengendalian inflasi, menjaga distribusi bahan pokok, serta membuka ruang kemudahan investasi berbasis potensi daerah.

‎Kedua, pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi unggulan. Fokus diarahkan pada penguatan UMKM, perikanan, dan sektor ekonomi produktif lainnya, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada belanja pemerintah, tetapi pada kekuatan masyarakat itu sendiri.

‎Ketiga, peningkatan kualitas sumber daya manusia. Intervensi di sektor pendidikan dan kesehatan terus diperkuat. Penataan ASN dilakukan berbasis kompetensi dan kinerja, sementara reformasi birokrasi diarahkan pada profesionalisme dan integritas.

‎Keempat, penguatan ketahanan sosial, budaya dan keamanan daerah. Harmonisasi sosial dijaga melalui penguatan nilai adat dan religius, demi memastikan stabilitas daerah tetap terpelihara sehingga pembangunan berjalan tanpa gangguan.

‎Kelima, peningkatan infrastruktur dan lingkungan berkelanjutan. Pembangunan dan perbaikan infrastruktur dasar dilakukan secara bertahap dan merata, dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan.

Selaras Arah Nasional

‎Dalam menjalankan pemerintahan, arah pembangunan daerah juga diselaraskan dengan Asta Cita Presiden RI, khususnya pada penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas SDM, hilirisasi ekonomi, serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

‎Sinkronisasi pusat dan daerah disebut menjadi keharusan agar pembangunan berjalan efektif dan terintegrasi.

‎Ajakan Bersinergi

‎Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi.

‎“Pembangunan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. Ia memerlukan partisipasi, kepercayaan, dan komitmen bersama,” ujarnya.

‎Satu tahun pertama mungkin menjadi fase pembenahan fondasi. Namun pesan yang disampaikan jelas: pemerintahan periode ini ingin bergerak terukur, bersih, dan berdampak nyata.

‎Kini, publik menanti konsistensi antara komitmen dan implementasi. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan pada pidato, melainkan pada perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat Maluku Tenggara. (APRI UWALYANAN)

  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Satu Tahun SETARA, Fondasi Diperkuat – Bupati Maluku Tenggara Tegaskan Tak Ada Ruang Penyimpangan ‎ Rating: 5 Reviewed By: malra-news.id