Breaking News

Dari Panggung Hekmat, Seruan Kuat untuk Bangga Jadi Orang Kei Menggema di Maluku Tenggara ‎

 

LANGGUR, MALRA-NEWS.ID — Semangat kebangkitan budaya lokal berpadu dengan komitmen pendidikan berbasis kearifan lokal menggema kuat dalam peringatan Hari Hekmat yang dirangkaikan dengan pembukaan Festival dan Pameran Pendidikan di Kabupaten Maluku Tenggara., " Senin 27/04/2026

‎Mewakili Bupati, Wakil Bupati malra, Carlos Viali Rahantoknam, SH.,M.Kn.,membacakan sekaligus membuka kegiatan tersebut dengan penegasan tegas: pembangunan pendidikan di Bumi Larvul Ngabal tidak boleh tercerabut dari akar budaya Kei.

‎Mengusung tema “Mengukir Adat Kei Menjadi Ilmu, Menenun Bakti bagi Ibu Pertiwi”, 

kegiatan ini tidak sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, menjadi panggung konsolidasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, pelaku UMKM, hingga masyarakat adat dalam memperkuat identitas lokal di tengah arus globalisasi.

‎Dalam suasana yang hidup dan interaktif, seruan kebanggaan sebagai orang Kei menggema berulang kali.

‎“Siapa orang Kei di sini?” seru  Wakil Bupati, yang langsung disambut antusias hadirin.

‎“Beta orang Kei! Harus bangga!”

‎Pesan itu bukan sekadar retorika. Pemerintah daerah menekankan pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dengan menjunjung tinggi nilai ain ni ain—falsafah hidup orang Kei yang menekankan persaudaraan dan kebersamaan.

‎Tak hanya soal identitas, panggung Hekmat juga menjadi ruang dorongan nyata bagi penguatan ekonomi lokal. ASN, guru, dan seluruh elemen masyarakat didorong untuk mulai beralih menggunakan produk-produk lokal Kei, termasuk batik dan hasil UMKM daerah.

‎“Kalau bukan katong yang bangga, siapa lagi? Kalau bukan katong yang pakai duluan, siapa lagi?” tegasnya, menyoroti pentingnya keberpihakan nyata terhadap produk lokal.

‎Sorotan khusus juga diberikan kepada para camat yang dinilai konsisten menjadi motor penggerak UMKM di setiap kegiatan pameran dan lomba. "Di tengah berbagai keterbatasan, peran aktif para camat dinilai menjadi tulang punggung keberhasilan pengembangan ekonomi berbasis masyarakat.

‎Di sisi lain, isu pendidikan turut mendapat perhatian serius. Di tengah berbagai kritik terhadap kinerja tenaga pendidik, pemerintah mengingatkan agar publik tidak menggeneralisasi persoalan hanya dari segelintir kasus.

‎“Jangan karena satu dua kesalahan, lalu semua guru dinilai tidak baik. Guru-guru di Maluku Tenggara telah melahirkan generasi yang cerdas,” tegasnya, sembari mengingatkan bahwa keberhasilan daerah juga lahir dari dedikasi para guru.

‎Festival ini sendiri diramaikan dengan berbagai kegiatan, mulai dari pameran UMKM, lomba tarian tradisional Kei, hingga lomba berbahasa Kei—sebuah upaya konkret menjaga bahasa dan budaya agar tetap hidup di kalangan generasi muda.

‎Menutup sambutan, dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa serta restu para leluhur, Festival dan seluruh rangkaian kegiatan secara resmi dinyatakan dibuka.

‎Momentum ini menegaskan satu pesan kuat: kemajuan Maluku Tenggara tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh keberanian masyarakatnya untuk tetap berdiri tegak dengan identitas budaya sendiri.

‎“Bangga jadi orang Kei bukan sekadar kata, tapi harus jadi gerakan.”

© Copyright 2022 - malra-news.id