![]() |
Pelatihan yang dibuka pada Senin (27/4/2026) di Aula Kantor Bupati Malra ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, didampingi jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa sektor konstruksi merupakan salah satu bidang dengan tingkat risiko kerja tinggi, sehingga kehadiran tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan sertifikasi K3 bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.
“Kita tidak bisa lagi mengabaikan aspek keselamatan. Setiap proyek harus dikerjakan oleh tenaga yang paham standar K3 agar risiko kecelakaan dapat diminimalisir dan kualitas pembangunan tetap terjaga,” tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura, Evita Tantia Sambara, ST., serta narasumber dari Asosiasi PAKI, Weinhart R. Mailoa.
Kepala Bidang Konstruksi PUTR Malra, Jerry Notanubun, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman sekaligus kompetensi peserta dalam menerapkan sistem manajemen keselamatan konstruksi secara komprehensif.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong terbentuknya budaya keselamatan kerja di setiap lini jasa konstruksi, sekaligus melahirkan tenaga kerja yang profesional dan tersertifikasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelatihan ini juga menjadi bagian dari strategi daerah dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan Maluku Tenggara yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
Sebanyak 52 peserta mengikuti kegiatan ini, yang berasal dari lintas instansi, antara lain Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Perhubungan, Dinas PUTR, serta penyedia jasa konstruksi.
Kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini akan berlangsung hingga 30 April 2026 dan dipusatkan di Auditorium SMK Negeri 2 Kei Kecil.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemda Malra berharap kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi semakin meningkat, sejalan dengan tuntutan pembangunan nasional yang menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.

Social Header