![]() |
Almarhum menghembuskan napas terakhir akibat serangan jantung, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta seluruh insan pers di Tanah Air.
Kepergiannya bukan sekadar kehilangan seorang pemimpin organisasi, tetapi juga hilangnya salah satu pemikir kritis yang selama ini menjadi penyeimbang dalam dinamika dunia jurnalistik Indonesia.
Lahir di Aceh Tenggara pada 2 Juli 1972, Zulmansyah dikenal sebagai wartawan senior dengan rekam jejak panjang dalam memperjuangkan kebebasan pers dan profesionalisme jurnalistik. Kariernya teruji dalam berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Ketua PWI Provinsi Riau selama dua periode (2017–2022 dan 2022–2027), sebelum akhirnya dipercaya mengemban amanah sebagai Sekjen PWI Pusat.
Di balik ketegasannya, almarhum dikenal memiliki pendekatan kepemimpinan yang unik dan menyejukkan. Ia memperkenalkan konsep “Tai-Chi Politik”—sebuah filosofi yang mengedepankan harmoni, dialog, dan keseimbangan dalam menyelesaikan konflik organisasi. Pendekatan ini menjadikannya sosok pemersatu di tengah dinamika internal yang kerap mengemuka di tubuh organisasi pers.
Sosok yang akrab disapa “Cak Zul” itu juga dikenal religius dan sederhana. Ia menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan, menjunjung tinggi integritas, serta konsisten memperjuangkan nilai-nilai etik jurnalistik di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks.
Kepergian Zulmansyah Sekedang menjadi pukulan berat bagi dunia pers nasional. Ucapan duka dan doa terus mengalir dari berbagai kalangan—mulai dari jurnalis daerah hingga tokoh nasional—yang mengenang dedikasi dan keteladanannya.
Indonesia hari ini tidak hanya kehilangan seorang Sekjen, tetapi juga kehilangan suara bijak yang selama ini menjaga marwah profesi wartawan.
Semoga almarhum mendapat ampunan, diterima segala amal ibadahnya, dan ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT. Dunia pers Indonesia berduka.

Social Header