Breaking News

Hardiknas 2026, Maluku Tenggara Angkat Adat Kei sebagai Pilar Pendidikan dan Perdamaian ‎

 

LANGGUR, MALRA-NEWS.ID — Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Dinas Pendidikan tampil dengan pendekatan berbeda: menjadikan kearifan lokal sebagai fondasi pendidikan generasi muda.

‎Langkah itu diwujudkan melalui Pagelaran Festival dan Pameran Budaya yang resmi dibuka Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Vialli Rahantoknam, di Lapangan Dinas Pendidikan, Senin (27/4/2026), didampingi Plt. Sekretaris Daerah serta sejumlah pimpinan OPD.

‎Plt. Kepala Dinas Pendidikan Maluku Tenggara, Raudhah Bin Arif Hanubun, menegaskan bahwa meski tema nasional Hardiknas 2026 masih menunggu penetapan pemerintah pusat, pihaknya telah lebih dulu mengusung tema lokal: “Mengukir Adat Kei Sebagai Ilmu, Menekun Bakti Bagi Ibu Pertiwi.”

‎Menurut Raudhah, tema tersebut bukan sekadar slogan seremonial, melainkan hasil refleksi panjang terhadap kondisi sosial dan pendidikan di daerah.

‎“Ini bukan tema sesaat. Ini lahir dari proses perenungan tentang bagaimana adat dan budaya Kei dapat menjadi sumber ilmu yang membentuk karakter peserta didik,” tegasnya.

‎Ia menekankan, penguatan nilai-nilai budaya lokal menjadi penting di tengah tantangan globalisasi yang berpotensi menggerus identitas generasi muda.

‎Rangkaian kegiatan Hardiknas 2026 di Maluku Tenggara sendiri telah dimulai sejak 24 April melalui opening ceremony berupa jalan santai yang melibatkan seluruh satuan pendidikan di daratan Kei Kecil. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk mendeklarasikan perdamaian antar masyarakat.

‎“Inisiatif ini menjadi simbol bahwa pendidikan tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga merawat persaudaraan dan menjaga stabilitas sosial,” ujar Raudhah.

‎Puncak peringatan Hardiknas dijadwalkan berlangsung pada 2 Mei 2026 di Stadion Maren, dengan berbagai lomba dan kegiatan edukatif yang melibatkan pelajar dari berbagai jenjang.

‎Sementara itu, festival dan pameran budaya yang digelar hari ini menghadirkan ragam aktivitas, mulai dari tarian tradisional oleh siswa SD dan SMP, lomba bertutur Bahasa Kei, hingga pameran pendidikan berbasis kecamatan.

‎Menariknya, setiap kecamatan menampilkan identitas dan potensi sekolah masing-masing melalui stand pameran, termasuk partisipasi Tim PKK Maluku Tenggara dan sejumlah sponsor.

‎Raudhah juga mendorong peran aktif para camat dan kepala ohoi untuk memastikan keterlibatan seluruh sekolah, terutama yang belum sempat berpartisipasi.

‎“Kami ingin ini menjadi gerakan bersama. Semua sekolah harus punya ruang untuk tampil dan berkembang,” katanya.

‎Lebih dari sekadar perayaan, festival ini diposisikan sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler yang strategis dalam mengembangkan minat dan bakat siswa.

‎Pemerintah daerah berharap, melalui pendekatan berbasis budaya ini, pendidikan di Maluku Tenggara tidak hanya menghasilkan generasi cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, berakar pada nilai adat, serta mampu menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.

© Copyright 2022 - malra-news.id