![]() |
Dalam sambutannya, Rahantoknam menekankan bahwa kualitas data menjadi kunci utama dalam menentukan arah kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Ia menyebut, selama ini banyak program yang belum optimal karena lemahnya sistem pendataan di tingkat desa.
“Desa tidak boleh lagi berjalan dengan asumsi. Setiap kebijakan harus berbasis data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Program Desa Cantik sendiri merupakan inisiatif strategis untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola data statistik, mulai dari pengumpulan, pengolahan, hingga pemanfaatannya dalam perencanaan pembangunan.
Melalui program ini, desa diharapkan mampu menjadi subjek pembangunan yang mandiri dan berbasis bukti (evidence-based development), " Ujar Rahantoknam.
Kegiatan sosialisasi yang dirangkaikan dalam pencanangan tersebut juga bertujuan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya literasi statistik, tidak hanya bagi perangkat desa, tetapi juga masyarakat secara luas.
Dengan pemahaman yang baik terhadap data, diharapkan setiap program pembangunan dapat lebih tepat sasaran, efisien, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menaruh harapan besar agar Ohoi Ohoidertawun dapat menjadi percontohan (role model) dalam implementasi Desa Cantik di wilayah tersebut. Keberhasilan program ini di tingkat desa diyakini akan menjadi pijakan kuat dalam mempercepat pembangunan daerah secara menyeluruh.
"Dengan pencanangan ini, Maluku Tenggara menegaskan komitmennya untuk bergerak menuju tata kelola pemerintahan desa yang modern, transparan, dan berbasis data, sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang menempatkan desa sebagai ujung tombak kemajuan Indonesia, "tutup Wakil Bupati Malra., Carlos Viali Rahantoknam, SH. M.Kn.

Social Header