![]() |
Mengusung tema “Kami Hadir Melayani Dengan Hati”, kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Ia menjelma menjadi bukti konkret bahwa negara tidak absen di tengah masyarakat yang membutuhkan—hadir membawa solusi, harapan, dan kepastian.
Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kemensos RI, Suratna, menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan di lapangan berjalan tanpa hambatan berarti. Stabilitas dan kelancaran acara, menurutnya, adalah hasil dari koordinasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah.
“Situasi di lokasi kegiatan berjalan aman dan terkendali. Ini menunjukkan sinergi yang kuat dari semua pihak,” ujarnya.
Kehadiran para pemangku kepentingan memperkuat bobot kegiatan ini. Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, bersama Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam, turut mendampingi jajaran Kemensos. Hadir pula unsur Forkopimda, pimpinan OPD, kepala sentra rehabilitasi sosial, perwakilan BUMN/BUMD, akademisi, tokoh adat, tokoh agama, hingga insan pers.
Namun, sorotan utama bukan pada seremoni pejabat, melainkan pada masyarakat penerima manfaat. Wajah-wajah penuh harap itu menjadi saksi bahwa bantuan sosial yang disalurkan benar-benar menyentuh kebutuhan riil di lapangan.
Bupati Maluku Tenggara menegaskan bahwa program seperti ini memiliki dampak jauh melampaui bantuan material.
“Ini bukan sekadar distribusi bantuan. Ini adalah bentuk nyata kepedulian negara. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut dan diperkuat,” tegasnya.
Bhakti Sosial Terintegrasi ini sekaligus menegaskan satu hal penting: penanganan masalah sosial tidak bisa berjalan parsial. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, konsistensi kebijakan, dan keberpihakan nyata kepada masyarakat.
Di Maluku Tenggara, pesan itu tersampaikan dengan jelas—bahwa pelayanan yang lahir dari hati mampu menghadirkan dampak yang nyata, sekaligus mempererat hubungan antara negara dan rakyatnya.

Social Header