Breaking News

Persiapan Hampir Rampung, Jamaah Haji Kota Tual Siap Berangkat Mei 2026

 

TUAL, MALRA-NEWS.ID — Persiapan keberangkatan Jamaah Haji asal Kota Tual untuk Musim Haji 1447 Hijriah/2026 Masehi hampir mencapai tahap final. Pemerintah memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, mulai dari administrasi, pembekalan, hingga jadwal keberangkatan menuju Tanah Suci.

‎Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Tual, M. Yahya Rahanyamtel, SE, menyampaikan bahwa kesiapan jamaah telah mendekati 100 persen. Ia menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor berjalan optimal demi menjamin kelancaran ibadah haji tahun ini.

‎“Kota Tual tergabung dalam Gelombang II, Kloter 26 Rombongan 4 bersama beberapa daerah lain. Total jamaah terdiri dari 28 orang asal Kota Tual, 10 orang dari Seram Bagian Timur, 2 orang dari Maluku Tenggara, dan 1 orang dari Ambon,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

‎Rombongan tersebut dipimpin oleh Ketua Rombongan Akbar Arfa Husein, SE. Para jamaah dijadwalkan berangkat dari daerah asal pada 8 Mei 2026 menuju Embarkasi Haji Antara (EHA) Ambon. Selanjutnya, pada malam hari, jamaah akan diberangkatkan ke Embarkasi UPG Makassar dan tiba pada 9 Mei 2026 untuk transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

‎Manasik Haji Terintegrasi Jadi Bekal Utama

‎Sebagai bagian dari pembekalan, seluruh jamaah wajib mengikuti Manasik Haji Terintegrasi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni tingkat kecamatan pada 1–4 April 2026 dan tingkat kabupaten/kota pada 5 April 2026.

‎Menurut Rahanyamtel, program manasik ini dirancang untuk memberikan pemahaman syariat secara menyeluruh sekaligus mempersiapkan jamaah secara fisik, mental, dan administratif.

‎“Konsep yang diusung adalah haji ramah lansia, disabilitas, perempuan, serta inklusif, mandiri, aman, dan berkualitas,” jelasnya.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber dari unsur pemerintah, tenaga kesehatan, hingga pembimbing manasik bersertifikat, serta melibatkan Petugas Haji Daerah (PHD) Maluku.

‎Mengacu Regulasi Nasional

‎Pelaksanaan manasik haji terintegrasi tahun 2026 mengacu pada sejumlah regulasi nasional, termasuk Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji, Peraturan Presiden Nomor 92 tentang Kementerian Haji dan Umrah, serta Keputusan Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor KEP-4/BN/2026.

‎Dengan dasar regulasi tersebut, pemerintah berupaya memastikan standar pelayanan haji semakin profesional dan terukur.

‎Usung Tagline Haji Ramah

‎Penyelenggaraan haji tahun ini mengangkat tagline “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan.” Pendekatan ini dinilai penting mengingat sekitar 56 persen jamaah haji Indonesia merupakan perempuan.

‎Pembekalan melalui manasik diharapkan menjadi fondasi utama agar jamaah mampu menjalankan ibadah dengan benar, disiplin, dan menjaga kesehatan selama di Tanah Suci.

‎Wujudkan Tri Sukses Haji

‎Lebih lanjut, Rahanyamtel menekankan pentingnya mewujudkan Tri Sukses Haji, yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi, serta sukses keadaban dan peradaban.

‎“Haji bukan hanya soal sahnya ibadah, tetapi juga tentang nilai, etika, dan peradaban yang dibawa jamaah sebagai duta bangsa,” tegasnya.

Imbauan untuk Jamaah

‎Di akhir keterangannya, ia mengimbau seluruh jamaah haji tahun 2026 untuk menjaga kesehatan, mematuhi aturan, serta fokus dalam beribadah.

‎“Kami berharap jamaah dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas. Pemerintah akan terus meningkatkan layanan demi keamanan dan kenyamanan jamaah,” pungkasnya.

Sebagai penutup, masyarakat tuqrut berharap para jamaah dapat mendoakan Kota Tual dan Maluku Tenggara di Tanah Suci agar senantiasa aman, damai, dan sejahtera. 

‎Doa juga dipanjatkan agar daerah ini menjadi negeri yang penuh keberkahan, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, serta para pemimpin dan seluruh masyarakat diberikan kesehatan, umur panjang, dan perlindungan dari Allah SWT.

© Copyright 2022 - malra-news.id