Breaking News

PKB Maluku Tenggara Pasang Target Menang 2029, Seruan “Satu Kemenangan” Menggema di Muscab VI ‎

 

LANGGUR, MALRA-NEWS.IDMusyawarah Cabang (Muscab) VI Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Maluku Tenggara berubah menjadi panggung konsolidasi politik yang penuh energi dan ambisi besar. Dari forum ini, satu pesan tegas mengemuka: PKB tak lagi sekadar ikut bertarung, tetapi membidik kemenangan nyata pada Pemilu 2029.

‎Mewakili DPW PKB Maluku, Abdul Manan Rahawarin tampil lugas tanpa basa-basi. Di hadapan kader dan pengurus, ia mengobarkan semangat juang kolektif, sembari melontarkan harapan yang langsung menyulut tepuk tangan.

‎“Kalau 2029 kita mau menang, maka kita harus berjuang bersama-sama. Tolonglah kasih kami kemenangan satu kali saja di negeri ini,” tegasnya.

‎Pernyataan itu bukan sekadar retorika, melainkan sinyal bahwa PKB mulai memanaskan mesin politiknya sejak dini, dengan Maluku Tenggara sebagai salah satu basis penting.

Empat Pilar Wajib: Struktur, Konsolidasi, Doa, dan Kebersamaan

‎Manan membeberkan empat kunci utama yang dinilai menjadi fondasi kemenangan. Pertama, penguatan struktur partai hingga ke akar rumput. Kedua, konsolidasi internal yang harus berjalan tanpa celah. Ketiga, doa sebagai kekuatan spiritual. Dan keempat, kebersamaan sebagai perekat utama.

‎“Kalau ini tidak kuat, maka apa yang kita lakukan hanya akan jadi kenangan,” ujarnya, mengingatkan bahwa target besar tanpa fondasi hanya akan berakhir sebagai wacana kosong.

Teguran Keras: Politik Bukan Sekadar Narasi

‎Nada tegas juga datang dari Ketua DPC PKB Maluku Tenggara, Minducri Kudubun. Ia mengingatkan bahwa wajah politik hari ini menuntut kerja nyata, bukan sekadar permainan kata.

‎“Berpolitik hari ini tidak cukup dengan narasi kosong tanpa makna. Harus ada tindakan nyata yang berpihak kepada masyarakat,” katanya.

‎Pernyataan ini menjadi kritik tersirat terhadap praktik politik simbolik yang kerap jauh dari kebutuhan riil masyarakat, terlebih di tengah tekanan global yang dampaknya kini terasa hingga ke daerah.

Muscab: Arena Evaluasi dan Seleksi Ketat

‎Muscab VI bukan hanya ajang seremoni, tetapi juga momentum strategis untuk evaluasi total dan regenerasi kepemimpinan. PKB menerapkan mekanisme baru melalui sistem “tim lima” yang ditetapkan oleh pusat, guna memastikan arah perjuangan tetap satu komando dari pusat hingga daerah.

‎Tak hanya itu, calon ketua DPC akan melewati tahapan uji kelayakan dan kepatutan berlapis, mulai dari tingkat provinsi hingga pusat. Skema ini menunjukkan keseriusan partai dalam menyiapkan figur yang tidak hanya populer, tetapi juga teruji secara kapasitas dan loyalitas.

Pemda: PKB Diharap Jadi Mitra Strategis

‎Dari sisi pemerintah daerah, apresiasi turut disampaikan Bupati Maluku Tenggara melalui Penjabat Sekretaris Daerah, Rasyid. Ia menilai Muscab sebagai momentum penting untuk memperkuat arah politik yang konstruktif.

‎“Muscab ini merupakan momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan merumuskan arah perjuangan ke depan,” ujarnya.

‎Pemda berharap PKB tidak hanya menjadi kekuatan politik elektoral, tetapi juga mitra strategis dalam mendorong pembangunan dan menjaga stabilitas daerah.

Persatuan Jadi Harga Mati

‎Di tengah dinamika internal yang tak terelakkan, pesan terakhir yang mengemuka adalah pentingnya menjaga persatuan. Perbedaan pandangan diakui sebagai hal wajar, namun tidak boleh merusak soliditas.

‎“Perbedaan itu biasa, tapi persatuan harus tetap menjadi yang utama,” demikian pesan yang digaungkan.

‎Dengan semangat konsolidasi dan arah politik yang semakin terstruktur, PKB Maluku Tenggara kini mulai menatap Pemilu 2029 dengan kepercayaan diri tinggi—bukan lagi sekadar peserta, tetapi penantang serius dalam peta politik daerah.

© Copyright 2022 - malra-news.id