![]() |
Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, dalam kesempatan itu menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak fundamental setiap anak bangsa yang tidak boleh terhalang oleh kondisi apa pun.
“Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa,” tegas Hanubun di sela kegiatan yang diikuti lebih dari 3.000 peserta, termasuk hampir 70 persen tenaga pendidik serta pelajar se-Kabupaten Maluku Tenggara.
Momentum ini menjadi semakin kuat karena digelar menjelang Hardiknas 2026. Hanubun menekankan bahwa sektor pendidikan harus menjadi prioritas utama pembangunan daerah, terlebih di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur.
Ia tidak menampik bahwa kondisi Maluku Tenggara menghadapi realitas berat, mulai dari jarak antar pulau, keterbatasan sarana prasarana, hingga tantangan fiskal. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk melemahkan semangat.
“Ini adalah kenyataan yang harus kita hadapi. Keterbatasan bukan untuk menghentikan langkah, tetapi justru menjadi ruang di mana semangat kita diuji,” ujarnya.
![]() |
“Pendidikan harus menjadi fondasi untuk membangun Maluku Tenggara ke depan. Mari kita rawat bersama,” ajaknya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, BUMN, dan BUMD yang memberikan dukungan moral sekaligus inspirasi bagi dunia pendidikan di daerah. Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan, mencerminkan kesadaran kolektif akan pentingnya pendidikan.
Sebagai penutup, suasana haru menyelimuti lokasi kegiatan saat lagu Hymne Guru dinyanyikan bersama. Momen itu menjadi simbol penghormatan mendalam terhadap para guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang terus mengabdi mencerdaskan generasi bangsa.
Perayaan sederhana namun sarat makna ini menjadi penegasan bahwa di tengah segala keterbatasan, Maluku Tenggara tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama menuju masa depan yang lebih baik.


Social Header