![]() |
Peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba tersebut sempat membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Material atap rumah beterbangan akibat kuatnya hempasan angin yang melanda kawasan permukiman masyarakat.
Kepala Ohoi Waer, Stevi Tayanan, membenarkan insiden tersebut. Ia menyampaikan bahwa tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian material yang dialami warga cukup signifikan.
“Benar, telah terjadi angin puting beliung sekitar pukul 10.00 WIT yang mengakibatkan tiga rumah warga mengalami kerusakan. Puji Tuhan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” ujar Stevi Tayanan kepada MALRA-NEWS.ID.
Stevi yang akrab disapa itu menjelaskan, pasca kejadian aparat ohoi bersama warga langsung bergerak cepat membantu membersihkan puing-puing dan mengamankan barang-barang milik korban yang terdampak bencana.
Ia juga meminta perhatian serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara agar segera turun melihat langsung kondisi warga terdampak dan memberikan bantuan darurat.
“Kami berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara dapat melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak dan segera memberikan bantuan bagi warga korban puting beliung,” pintanya.
Hingga berita ini diterbitkan, warga bersama aparat setempat masih melakukan pembersihan di lokasi terdampak, sementara kondisi cuaca di wilayah Ohoi Waer dilaporkan masih berpotensi hujan disertai angin kencang.
APRI.

Social Header