![]() |
Rapat yang melibatkan Babinsa, Ketua RW, hingga Ketua RT se-Kelurahan Ketsoblak ini bukan sekadar forum rutin. Ia menjadi ruang strategis untuk membaca dinamika sosial terkini sekaligus merumuskan langkah konkret dalam meredam potensi gangguan keamanan.
Dalam arahannya, Rafra menegaskan satu pesan kunci: keamanan bukan hanya urusan aparat, melainkan tanggung jawab kolektif masyarakat.
“Stabilitas wilayah dibangun dari bawah. RT dan RW adalah ujung tombak—mereka yang paling dekat, paling cepat merasakan dan mengetahui gejolak di masyarakat,” tegasnya.
Ia menyoroti pentingnya deteksi dini sebagai instrumen utama pencegahan konflik. Menurutnya, banyak persoalan besar berawal dari hal kecil yang tidak ditangani sejak awal akibat lemahnya koordinasi.
Dari forum tersebut, lahir lima langkah strategis sebagai tindak lanjut penguatan kamtibmas:
- Pembentukan kembali pos ronda malam di tingkat RT dan penguatan peran Linmas
- Penerbitan larangan peredaran minuman keras serta pemberlakuan jam malam
- Koordinasi dengan instansi teknis untuk peningkatan penerangan jalan di titik rawan
- Pendataan ketat terhadap usaha kos-kosan serta warga tetap dan non-permanen
- Penanganan isu sosial lain yang berpotensi memicu gangguan keamanan
Diskusi berlangsung dinamis. Berbagai persoalan mencuat, mulai dari konflik antarwarga, peredaran miras, hingga potensi gangguan sosial lain yang membutuhkan pendekatan persuasif dan preventif. Babinsa dan Lurah turut memberikan masukan taktis berbasis pengalaman lapangan.
Rafra juga menekankan pentingnya komunikasi lintas sektor yang responsif dan terukur. Ia mengingatkan bahwa keterlambatan koordinasi sering menjadi celah membesarnya konflik.
“Jangan tunggu masalah membesar. Laporkan sejak dini, selesaikan di tingkat bawah dengan pendekatan kekeluargaan,” ujarnya mengingatkan.
Konsolidasi ini menegaskan kehadiran negara hingga ke level paling bawah—RT dan RW—sebagai garda terdepan menjaga harmoni sosial. Komitmen bersama yang terbangun di forum ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif di Ketsoblak.
Rapat ditutup dengan kesepakatan bersama seluruh peserta untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat koordinasi berkelanjutan, demi memastikan stabilitas kamtibmas tetap terjaga di wilayah Kecamatan Pulau Dullah Selatan.(APRI)

Social Header