![]() |
Prestasi itu dibuktikan lewat penghargaan bergengsi dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Nusa Tenggara dan Maluku yang digelar Kementerian Dalam Negeri bersama garudatv.id� di Lombok, Selasa (19/5/2026).
Tak hanya menerima penghargaan, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara juga diganjar insentif fiskal sebesar Rp1 miliar dari pemerintah pusat atas keberhasilannya mengendalikan inflasi daerah.
Kabupaten Maluku Tenggara dinobatkan sebagai Terbaik III tingkat kabupaten dalam kategori Pengendalian Inflasi. Sementara Tual berhasil keluar sebagai pemenang tingkat kota dalam kategori yang sama. Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa kawasan timur Indonesia kini mulai menjadi kekuatan baru dalam tata kelola pemerintahan dan penguatan ekonomi daerah.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam sambutannya menegaskan, pemerintah pusat kini tidak hanya fokus melakukan pengawasan terhadap pemerintah daerah, tetapi juga memberikan penghargaan nyata bagi daerah yang berprestasi.
“Kalau terus diawasi saja, kepala daerah bisa merasa hanya ditekan. Karena itu kami siapkan reward yang nyata,” tegas Tito di hadapan para kepala daerah dan peserta kegiatan.
Menurut Tito, penghargaan berupa insentif fiskal jauh lebih bermanfaat dibanding sekadar trofi atau sertifikat karena dapat langsung digunakan untuk memperkuat program pembangunan daerah.
“Kalau cuma trofi itu biasa. Tapi kalau insentif fiskal, itu bisa langsung masuk APBD dan dipakai untuk program pembangunan,” ujarnya.
Kemendagri sendiri tahun ini menyiapkan total insentif fiskal hingga Rp1 triliun bagi daerah-daerah berprestasi di seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Tito juga menyoroti pentingnya sistem penilaian berbasis regional agar daerah dengan kapasitas fiskal kecil tetap memiliki peluang bersaing secara adil.
Menurutnya, selama ini daerah dengan APBD kecil kerap kesulitan bersaing dengan provinsi atau kota besar yang memiliki anggaran puluhan triliun rupiah.
Karena itu, penilaian kini dibagi berdasarkan regional seperti Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Papua, hingga Nusa Tenggara-Maluku.
“Kalau daerah kecil dipaksa lawan daerah APBD besar, tentu berat. Maka sistem regional ini dibuat supaya lebih adil,” katanya.
Penghargaan kategori pengendalian inflasi sendiri menjadi salah satu kategori paling strategis karena berkaitan langsung dengan kondisi ekonomi masyarakat, terutama stabilitas harga pangan dan kebutuhan pokok.
Penilaian dilakukan berdasarkan kemampuan pemerintah daerah menjaga kestabilan harga, efektivitas intervensi pasar, dukungan anggaran, serta konsistensi koordinasi pengendalian inflasi.
Dan dalam kategori inilah nama Maluku Tenggara berhasil mencuri perhatian nasional.
Daftar pemenang kategori pengendalian inflasi regional Nusa Tenggara dan Maluku:
Tingkat Kabupaten
Terbaik I : Sumba Timur
Terbaik II : Bima
Terbaik III : Maluku Tenggara
Tingkat Kota
Pemenang : Tual
Tingkat Provinsi
Pemenang : Nusa Tenggara Timur
Direktur Utama garudatv.id� dalam sambutannya menyebut pemerintah daerah kini telah menjadi motor utama pembangunan nasional karena solusi nyata terhadap persoalan masyarakat banyak lahir langsung dari daerah.
“Daerah hari ini bukan lagi pelengkap pembangunan nasional, tetapi motor utama yang menghadirkan solusi cepat dan berdampak langsung,” ujarnya.
Prestasi yang diraih Maluku Tenggara ini bukan sekadar seremoni penghargaan. Lebih dari itu, capaian tersebut menjadi simbol bahwa daerah kepulauan di timur Indonesia mampu bersaing secara nasional dalam tata kelola pemerintahan, penguatan ekonomi rakyat, dan stabilitas daerah.
Di tengah keterbatasan geografis dan tantangan fiskal, Maluku Tenggara berhasil menunjukkan bahwa kerja pemerintahan yang serius dan terukur mampu menghadirkan hasil nyata bagi masyarakat.
Kini, dengan tambahan insentif Rp1 miliar dari pemerintah pusat, publik berharap prestasi ini menjadi energi baru untuk memperkuat pembangunan daerah, pelayanan publik, serta kesejahteraan masyarakat di Maluku Tenggara.
Karena di Lombok hari itu, Maluku Tenggara bukan hanya menerima penghargaan.
Tetapi sedang menunjukkan kelasnya kepada Indonesia.

Social Header