![]() |
Kehadiran pimpinan daerah dalam kegiatan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan dunia pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik semata, tetapi juga pada penguatan karakter, wawasan, dan budaya membaca sebagai fondasi kemajuan daerah di masa depan.
Dalam suasana penuh semangat dan apresiasi, para pelajar terbaik yang terpilih sebagai Duta Baca Maryadat menerima penghargaan atas dedikasi dan peran aktif mereka dalam menggerakkan budaya literasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Wali Kota Tual menegaskan bahwa literasi merupakan kunci utama dalam menciptakan generasi yang unggul, kritis, dan mampu bersaing di era globalisasi dan transformasi digital saat ini. Menurutnya, daerah yang maju adalah daerah yang masyarakatnya memiliki budaya membaca dan kemampuan berpikir yang kuat.
“Pemerintah Kota Tual akan terus memberikan dukungan terhadap seluruh program pengembangan literasi, karena membaca adalah jendela peradaban dan investasi besar bagi masa depan daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tual menilai keberadaan Duta Baca Pelajar menjadi motor penggerak dalam membangun semangat belajar di kalangan generasi muda.
Ia berharap para pelajar yang menerima penghargaan dapat menjadi inspirasi dan teladan bagi siswa lainnya untuk terus meningkatkan minat baca dan kualitas pendidikan.
Kegiatan Duta Baca Pelajar Maryadat 2026 juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem literasi yang sehat dan berkelanjutan di Kota Tual.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kota Tual menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia dimulai dari kebiasaan sederhana namun berdampak besar, yakni membaca, belajar, dan terus mengembangkan pengetahuan demi masa depan daerah yang lebih maju dan berdaya saing.

Social Header