Breaking News

Anak Hebat, Budaya Kuat: Pentas Seni TK Negeri Pembina Langgur Jadi Panggung Pelestarian Warisan Leluhur Kei ‎ ‎

 

LANGGUR, MALRA-NEWS.IDDi tengah derasnya arus globalisasi dan penetrasi budaya digital yang semakin memengaruhi kehidupan anak-anak, TK Negeri Pembina Langgur menghadirkan sebuah pesan besar melalui panggung sederhana namun sarat makna. Mengusung tema “Anak Hebat Cinta Kearifan Lokal”, pentas seni yang digelar di Langgur menjadi momentum penting dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak usia dini.

‎Dalam sambutan tertulis Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, yang di bacakan Wakil Bupati, Carlos Viali Rahantoknam, kegiatan tersebut tidak sekadar dipandang sebagai pertunjukan seni anak-anak, melainkan sebuah gerakan pendidikan karakter yang berakar pada identitas budaya lokal.

‎“Ini bukan sekadar pertunjukan biasa, tetapi panggung kebanggaan yang memperlihatkan betapa kaya dan indahnya warisan budaya leluhur kita,” demikian pesan yang disampaikan Bupati.

‎Menurutnya, kearifan lokal merupakan aset berharga yang diwariskan turun-temurun dan menjadi fondasi pembentukan karakter generasi muda. Di Kabupaten Maluku Tenggara, nilai-nilai itu hidup dalam tradisi, bahasa daerah, adat istiadat, seni budaya, hingga filosofi hidup masyarakat Kei yang telah teruji oleh waktu.

Generasi Penerus Penjaga Identitas Bangsa

‎Melalui tarian tradisional, nyanyian daerah, permainan rakyat, dan berbagai ekspresi budaya yang ditampilkan, anak-anak TK Negeri Pembina Langgur dinilai telah menunjukkan bahwa generasi muda mampu menjadi penjaga sekaligus pelestari budaya bangsa.

‎Pesan tersebut menjadi relevan di tengah kekhawatiran semakin berkurangnya ruang bagi budaya lokal dalam kehidupan generasi muda. Karena itu, pendidikan berbasis kearifan lokal dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk membentuk sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, namun tetap berakar pada identitas budaya sendiri.

‎“Sejak dini anak-anak harus mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya daerahnya. Mereka adalah generasi penerus yang akan mewarisi sekaligus menjaga kekayaan budaya leluhur,” tegas Bupati.

Pendidikan Karakter Dimulai dari Rumah

‎Selain memberikan apresiasi kepada para guru dan tenaga pendidik, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara juga mengajak para orang tua untuk mengambil peran aktif dalam memperkenalkan budaya lokal kepada anak-anak.

‎Rumah, menurut Bupati, merupakan sekolah pertama bagi seorang anak. Dari lingkungan keluarga, anak-anak dapat belajar tentang sejarah daerah, lagu-lagu tradisional, nilai gotong royong, penghormatan terhadap sesama, hingga kecintaan terhadap lingkungan yang menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Kei.

‎Ajakan tersebut menjadi penegasan bahwa pelestarian budaya tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah menjadi kunci agar warisan budaya tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Komitmen Pemerintah Daerah

‎Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian budaya lokal melalui sektor pendidikan. Komitmen itu sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menempatkan penguatan karakter, identitas budaya, dan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian penting dari pembangunan berkelanjutan.

‎Apresiasi juga diberikan kepada seluruh tenaga pendidik dan staf TK Negeri Pembina Langgur yang dinilai telah menunjukkan dedikasi dan kreativitas tinggi dalam mempersiapkan kegiatan tersebut.

‎“Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang dengan sabar membimbing anak-anak bangsa. Semangat pengabdian ini harus terus dijaga demi kemajuan pendidikan di Maluku Tenggara,” ungkapnya.

Titik Awal Pelestarian Budaya

‎Menutup sambutannya, Bupati berharap pentas seni tersebut menjadi titik awal yang semakin memperkuat gerakan pelestarian budaya lokal di Maluku Tenggara.

‎Di tengah tantangan modernisasi, panggung yang diisi tawa, tarian, dan nyanyian anak-anak itu sesungguhnya menyampaikan pesan yang jauh lebih besar: masa depan budaya Kei berada di tangan generasi yang hari ini sedang belajar mengenal jati dirinya.

‎Pentas Seni TK Negeri Pembina Langgur bukan hanya tentang hiburan. Ia adalah simbol bahwa pelestarian budaya dapat dimulai sejak usia dini, ketika kecintaan terhadap tanah kelahiran ditanamkan melalui pengalaman yang menyenangkan, membanggakan, dan penuh makna.

‎Dengan semangat “Anak Hebat Cinta Kearifan Lokal”, Maluku Tenggara kembali menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari keberhasilan menjaga warisan budaya agar tetap hidup dari generasi ke generasi.

© Copyright 2022 - malra-news.id