![]() |
Kegiatan yang melibatkan jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta tim pendamping dari Universitas Airlangga Surabaya ini menjadi momentum penting dalam menyusun arah pembangunan kesehatan daerah yang selaras dengan kebijakan nasional dan target pembangunan jangka menengah daerah.
Bupati Maluku Tenggara, yang di wakili Wakil Bupati menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu pilar utama pembangunan sumber daya manusia yang harus dirancang secara terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“Perencanaan yang baik akan menentukan keberhasilan program kesehatan di masa depan. Karena itu seluruh dokumen perencanaan harus selaras dengan RPJMD Kabupaten Maluku Tenggara 2025–2029 dan Rencana Induk Bidang Kesehatan Nasional,” tegasnya Carlos Viali Rahantoknam saat membuka kegiatan tersebut.
Menurutnya, tantangan pembangunan kesehatan di Maluku Tenggara masih cukup kompleks. Selain persoalan akses pelayanan yang belum merata, daerah juga masih dihadapkan pada tingginya beban penyakit menular, keterbatasan sarana-prasarana kesehatan, serta kebutuhan peningkatan kualitas layanan hingga tingkat Puskesmas.
Salah satu isu yang menjadi perhatian serius pemerintah adalah percepatan penurunan stunting. Berdasarkan data SIGIZKESGA, prevalensi stunting di Maluku Tenggara tercatat sebesar 12,07 persen.
Meski menunjukkan tren penurunan, angka tersebut tetap membutuhkan intervensi berkelanjutan agar target nasional dapat tercapai.
![]() |
Kehadiran tim pendamping dari Universitas Airlangga Surabaya yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan RI diharapkan mampu memperkuat kapasitas daerah dalam menyusun kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy), sekaligus memastikan program kesehatan yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan seperti Maluku Tenggara.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menilai bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga pada kualitas perencanaan yang menjadi fondasi pelaksanaan program.
“Melalui workshop ini, kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat berpartisipasi secara aktif dan disiplin sehingga menghasilkan gambaran situasi kesehatan yang akurat serta melahirkan perencanaan yang mampu menjawab tantangan pembangunan kesehatan daerah ke depan,” ungkapnya.
Workshop akan berlangsung hingga seluruh dokumen analisis situasi dan rancangan Renja Dinas Kesehatan tersusun secara lengkap. Dokumen tersebut nantinya menjadi acuan utama dalam pelaksanaan program kesehatan daerah, sekaligus menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Maluku Tenggara secara berkelanjutan.
Dengan penguatan perencanaan yang terarah dan berbasis data, Maluku Tenggara menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih merata, berkualitas, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga wilayah-wilayah terluar.


Social Header