![]() |
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan bersama jajaran KNPI dan organisasi kepemudaan di Kabupaten Maluku Tenggara. Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi upaya konsolidasi yang berhasil menyatukan berbagai elemen kepemudaan yang selama ini dinilai terpecah.
"Selama ini saya melihat KNPI seperti memiliki banyak arah. Bahkan pemerintah daerah pernah mengalami kebingungan ketika hendak menyalurkan dukungan kepada organisasi kepemudaan. Namun hari ini saya melihat semangat persatuan mulai terbangun, dan itu merupakan langkah yang sangat baik bagi masa depan pemuda Maluku Tenggara," ujar Hanubun.
Bupati mengungkapkan bahwa pada periode awal kepemimpinannya, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung aktivitas KNPI. Namun dinamika internal organisasi saat itu membuat penyaluran bantuan tidak dapat berjalan optimal.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi pelajaran berharga agar organisasi kepemudaan ke depan lebih fokus membangun kekuatan bersama dibanding mempertahankan perbedaan yang justru menghambat kemajuan.
Dalam kesempatan itu, Hanubun secara khusus memberikan apresiasi kepada Ketua KNPI Maluku Tenggara, Pablo, yang dinilai berhasil membangun komunikasi dan memperjuangkan perhatian pemerintah terhadap organisasi kepemudaan.
Di hadapan para peserta, Bupati kemudian menyampaikan pandangannya mengenai posisi strategis pemuda dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa pemuda tidak boleh hanya hadir sebagai pengkritik, melainkan harus mampu menjadi penggerak perubahan.
"Banyak orang berbicara bahwa pemuda adalah harapan bangsa. Namun harapan itu tidak akan pernah menjadi kenyataan apabila pemuda hanya menjadi penonton pembangunan. Pemuda harus hadir sebagai pelaku, penggerak, sekaligus pengawas pembangunan," tegasnya.
Hanubun juga memaparkan sejumlah tantangan yang saat ini dihadapi Maluku Tenggara sebagai daerah kepulauan. Tingginya biaya logistik, keterbatasan fiskal daerah, terbatasnya lapangan kerja, serta meningkatnya kebutuhan pembangunan menjadi persoalan yang membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda.
Menurutnya, situasi tersebut menuntut lahirnya pemuda-pemuda kreatif yang mampu menawarkan gagasan dan solusi nyata, bukan sekadar menyampaikan kritik tanpa kontribusi.
"Saya menghargai kritik. Pemerintah tidak boleh anti kritik. Kritik yang jujur dan konstruktif merupakan bagian dari demokrasi. Tetapi masa depan daerah tidak dibangun hanya dengan menyalahkan pihak lain. Masa depan dibangun oleh orang-orang yang berani mengambil tanggung jawab dan bekerja bersama," katanya.
Bupati berharap KNPI dapat bertransformasi menjadi organisasi yang melahirkan inovasi dan gerakan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia mengajak seluruh pemuda untuk mulai bertanya mengenai kontribusi yang dapat diberikan kepada daerah, bukan hanya menuntut apa yang bisa diberikan daerah kepada mereka.
Lebih lanjut, Hanubun menilai Maluku Tenggara memiliki modal besar berupa generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berpendidikan. Namun potensi tersebut harus diiringi dengan disiplin, integritas, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar.
Ia juga mengingatkan agar pemuda tidak terjebak dalam politik identitas, kepentingan kelompok, maupun perbedaan yang dapat merusak persaudaraan masyarakat Kei yang selama ini dijaga melalui nilai-nilai budaya dan adat istiadat.
"Pemuda harus menjadi perekat masyarakat, bukan sumber perpecahan. KNPI harus menjadi rumah besar bagi seluruh pemuda tanpa membedakan organisasi, agama, suku, maupun pilihan politik," ujarnya.
Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah KNPI, Bupati menekankan pentingnya menjadikan forum tersebut sebagai ruang adu gagasan dan adu program, bukan ajang pertarungan kepentingan kelompok.
"Musyawarah daerah harus menjadi ruang mencari pemimpin terbaik. Pemimpin yang lahir dari proses yang baik akan lebih mudah diterima, dipercaya, dan mampu menyatukan seluruh elemen pemuda untuk membangun Maluku Tenggara yang lebih maju," pungkas Hanubun.
Pernyataan tersebut disambut antusias para peserta yang hadir. Harapan besar pun mengemuka agar momentum konsolidasi KNPI kali ini benar-benar menjadi titik awal kebangkitan gerakan kepemudaan di Bumi Larvul Ngabal, sekaligus memperkuat peran pemuda sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Social Header