![]() |
Meski berstatus pendatang baru, Kaylah Az-Zahra FC mampu mematahkan berbagai prediksi dengan menembus babak semifinal dan mengakhiri turnamen sebagai Juara III Bersama. Pencapaian tersebut bukan sekadar prestasi biasa, melainkan bukti bahwa sepak bola Ambalawi kini memiliki kekuatan baru yang siap bersaing dengan klub-klub mapan di Bima dan Nusa Tenggara.
Sejak laga perdana, Kaylah Az-Zahra FC langsung menunjukkan taringnya. Berhadapan dengan IT Pertamina FC yang dikenal sebagai salah satu tim kuat peserta turnamen, tim asal Ambalawi tampil trengginas dan menghancurkan lawannya dengan skor telak 6-1.
Kemenangan besar itu menjadi alarm bagi peserta lain bahwa Kaylah Az-Zahra FC bukan sekadar tim pelengkap. Mereka datang membawa ambisi, kualitas, dan mental bertanding yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Perjalanan berikutnya semakin berat ketika mereka menghadapi STKIP Yapis Dompu. Pertandingan berlangsung sengit dan penuh tekanan. Kedua tim saling mengunci hingga laga harus ditentukan melalui adu penalti.
Di bawah sorotan ribuan pasang mata, para pemain Kaylah Az-Zahra FC menunjukkan ketenangan luar biasa. Mental baja yang mereka miliki menjadi pembeda. Adu penalti berhasil dimenangkan, dan tiket ke babak selanjutnya pun diamankan.
Drama kembali berulang saat menghadapi Doro Londa FC, tim yang diperkuat sejumlah pemain bintang dari Nusa Tenggara Timur. Pertandingan berjalan keras, ketat, dan sarat gengsi. Namun sekali lagi, Kaylah Az-Zahra FC membuktikan karakter mereka sebagai tim yang tidak mudah menyerah.
Untuk kedua kalinya secara beruntun, kemenangan diraih melalui adu penalti. Dukungan suporter yang memadati Lapangan Brimob Kota Bima menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk memastikan langkah menuju semifinal.
Keberhasilan menembus empat besar membuat nama Kaylah Az-Zahra FC semakin menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola Bima. Banyak pihak menilai tim ini telah mengubah peta persaingan turnamen dan menjadi simbol kebangkitan sepak bola Ambalawi.
Di babak semifinal, Kaylah Az-Zahra FC berhadapan dengan Mekar Sari, salah satu tim yang memiliki pengalaman dan kualitas pemain yang sangat mumpuni. Pertandingan berlangsung menarik dengan tempo tinggi dan menyajikan tontonan berkualitas bagi para penonton.
Meski tampil penuh semangat dan memberikan perlawanan sengit, langkah Kaylah Az-Zahra FC akhirnya terhenti setelah kalah dengan skor 4-2. Kekalahan tersebut memang menggagalkan ambisi mereka menuju partai final, namun tidak sedikit pun mengurangi apresiasi publik terhadap perjuangan luar biasa yang telah mereka tunjukkan sepanjang turnamen.
Pada akhir kompetisi, Kaylah Az-Zahra FC resmi menempati posisi Juara III Bersama bersama Ameera Blues dari Kota Bima. Sebuah capaian yang terbilang fenomenal bagi klub yang baru pertama kali tampil dalam kompetisi sebesar Walikota Cup.
Salah satu faktor yang membuat Kaylah Az-Zahra FC menjadi magnet perhatian adalah keberanian manajemen menghadirkan sejumlah pemain bintang asal Lombok. Langkah tersebut terbukti mampu meningkatkan kualitas permainan tim sekaligus menarik animo masyarakat untuk datang menyaksikan pertandingan secara langsung.
Hampir di setiap pertandingan yang dijalani Kaylah Az-Zahra FC, tribun Lapangan Brimob dipadati penonton yang ingin menyaksikan aksi para pemain bintang yang memperkuat tim asal Ambalawi tersebut.
Namun di balik gemerlap prestasi itu, terdapat pengorbanan besar yang harus ditanggung manajemen klub. Untuk mendatangkan pemain-pemain berkualitas dari luar daerah, biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Bahkan, dalam satu pertandingan saja, dana yang harus disiapkan mencapai belasan juta rupiah.
Jika dibandingkan dengan hadiah Juara III Bersama sebesar Rp15 juta, tentu jumlah tersebut belum mampu menutupi seluruh biaya operasional selama mengikuti turnamen. Meski demikian, manajemen Kaylah Az-Zahra FC menegaskan bahwa tujuan utama mereka bukan semata mengejar hadiah.
Di bawah kepemimpinan Hairul atau yang akrab disapa Bung Irul Ambalawi, klub ini hadir dengan visi yang lebih besar: membantu memajukan sepak bola Bima melalui pertandingan yang berkualitas dan kompetitif.
Menurut pihak klub, kehadiran pemain-pemain bintang dari luar daerah diharapkan mampu meningkatkan kualitas turnamen sekaligus menjadi motivasi bagi para pemain muda lokal untuk terus berkembang dan berani bersaing di level yang lebih tinggi.
Manajemen juga berharap penyelenggaraan Walikota Cup di masa mendatang dapat memberikan perhatian lebih terhadap besaran hadiah. Pasalnya, tingginya animo masyarakat yang mencapai ribuan penonton di setiap pertandingan menunjukkan bahwa turnamen ini memiliki potensi ekonomi dan hiburan yang sangat besar bagi daerah.
Lebih jauh, Kaylah Az-Zahra FC memiliki mimpi agar turnamen sepak bola di Bima dapat berkembang menjadi kompetisi yang dikenal secara luas hingga tingkat nasional. Dengan kualitas pertandingan yang terus meningkat dan dukungan masyarakat yang begitu besar, harapan tersebut bukan sesuatu yang mustahil diwujudkan.
Manajemen klub turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain, pelatih, official tim, sponsor, simpatisan, serta masyarakat Ambalawi-Wera yang selama ini memberikan dukungan penuh. Dukungan tersebut menjadi fondasi utama yang mengantarkan Kaylah Az-Zahra FC mencatat sejarah dalam penampilan perdananya.
Walikota Cup Bima 2026 mungkin belum menghadirkan trofi juara bagi Kaylah Az-Zahra FC. Namun satu hal yang pasti, klub asal Desa Mawu ini telah memenangkan hati masyarakat. Mereka telah membuktikan bahwa semangat, keberanian, dan komitmen yang kuat mampu melahirkan kekuatan baru yang mengguncang panggung sepak bola Bima.
Kaylah Az-Zahra FC kini bukan lagi sekadar tim pendatang baru. Mereka telah menjelma menjadi simbol harapan baru sepak bola Ambalawi yang siap menorehkan prestasi lebih besar di masa depan.

Social Header