Breaking News

Kunjungan Edukasi ke KRI Jadi Inspirasi Generasi Muda Kei Mengenal Dunia Maritim dan Pertahanan Negara

 

TUAL, Malra-News – Kunjungan puluhan siswa ke Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang sandar di Pangkalan TNI AL Tual tidak sekadar menjadi agenda wisata edukasi biasa. Kegiatan tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperluas wawasan generasi muda tentang kemaritiman, pertahanan negara, serta menanamkan nilai-nilai disiplin sejak dini.

‎Kepala STR 74 Tual, Haerul, menegaskan bahwa pengalaman melihat secara langsung operasional kapal perang TNI Angkatan Laut memberikan kesan mendalam bagi para siswa sekaligus membuka cakrawala berpikir mereka terhadap berbagai profesi yang dapat digeluti di masa depan.

‎"Tujuan kami membawa anak-anak ke KRI ini adalah sebagai bagian dari wisata edukasi. Mereka diperkenalkan secara langsung dengan tugas dan fungsi kapal perang serta peran penting TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Indonesia," ujar Haerul.

Menurutnya, selama ini sebagian besar siswa hanya mengenal kapal penumpang atau kapal feri yang beroperasi di wilayah kepulauan. Kehadiran kapal perang dengan teknologi, sistem kerja, dan fungsi pertahanannya memberikan pengalaman baru yang mampu memantik rasa ingin tahu sekaligus kebanggaan terhadap kekuatan maritim bangsa.

‎"Kami berharap kegiatan ini menambah wawasan mereka tentang dunia kemaritiman dan pertahanan negara. Dengan melihat langsung kapal perang, anak-anak memiliki pengetahuan yang lebih luas serta gambaran mengenai berbagai pilihan karier di masa depan, baik di TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, maupun profesi lainnya," katanya.

‎Lebih dari sekadar memperkenalkan alat utama sistem persenjataan negara, kunjungan tersebut juga menjadi sarana pembentukan karakter. 

"Haerul menilai lingkungan militer yang identik dengan disiplin, tanggung jawab, dan semangat pengabdian dapat menjadi contoh positif bagi para siswa dalam kehidupan sehari-hari.

‎"Banyak anak-anak kami berasal dari lingkungan yang membutuhkan perhatian dan pembinaan lebih. Dengan melihat langsung budaya disiplin yang diterapkan di lingkungan militer, kami berharap nilai-nilai tersebut dapat mereka terapkan di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat," ungkapnya.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan edukatif tersebut, pihak sekolah memberikan tugas kepada para siswa untuk menuliskan kembali pengalaman dan berbagai informasi yang diperoleh selama berada di atas KRI. 

Langkah ini dilakukan agar pengetahuan yang didapat tidak berhenti sebagai pengalaman sesaat, melainkan menjadi proses pembelajaran yang berkelanjutan.

‎"Kami meminta para siswa membuat review dan catatan tentang apa yang mereka lihat dan pelajari. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga memiliki nilai pendidikan yang kuat," jelas Haerul.

‎Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Komandan Lanal Tual beserta seluruh jajaran yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. 

Menurutnya, kolaborasi antara lembaga pendidikan dan institusi pertahanan merupakan investasi penting dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta memiliki kecintaan terhadap dunia maritim Indonesia.

‎"Atas nama sekolah dan seluruh peserta, kami mengucapkan terima kasih kepada Komandan Lanal Tual dan seluruh jajaran yang telah menerima serta memfasilitasi kunjungan ini. Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus berlanjut demi mendukung pembinaan dan pengembangan karakter anak-anak di masa mendatang," tutupnya.

‎Kunjungan edukatif ke kapal perang TNI AL tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Melalui pengalaman langsung di lapangan, generasi muda diajak mengenal lebih dekat peran strategis pertahanan negara sekaligus menumbuhkan mimpi besar untuk mengabdi kepada bangsa dan negara di masa depan.

© Copyright 2022 - malra-news.id