![]() |
Sebanyak 40 anggota kontingen secara resmi dilepas oleh Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, dalam sebuah upacara yang berlangsung khidmat di Langgur, Rabu (15/7/2026).
Pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera kontingen serta penyematan jaket kepada perwakilan peserta sebagai simbol kepercayaan untuk membawa nama baik Maluku Tenggara di ajang kepramukaan terbesar tingkat nasional.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi perhatian terhadap pembinaan generasi muda.
Menurutnya, Gerakan Pramuka merupakan wadah strategis dalam membentuk karakter, menanamkan nilai kedisiplinan, memperkuat jiwa kepemimpinan, serta membangun semangat kebangsaan sejak usia dini.
"Walaupun dalam kondisi efisiensi anggaran, kita tetap menganggarkan keberangkatan kontingen karena Pramuka merupakan bagian penting dalam pembangunan karakter generasi muda Maluku Tenggara," tegas Hanubun.
Ia menilai keikutsertaan dalam Jambore Nasional bukan sekadar menghadiri kegiatan perkemahan, tetapi merupakan kesempatan bagi para peserta untuk belajar hidup mandiri, memperluas wawasan, membangun jejaring persahabatan dengan Pramuka dari seluruh Indonesia, sekaligus membawa identitas budaya dan nama baik daerah ke panggung nasional.
Bupati juga memberikan pesan khusus kepada seluruh peserta agar menjaga kesehatan, disiplin, kekompakan, serta menjunjung tinggi etika selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Ia mengingatkan bahwa setiap anggota kontingen merupakan representasi masyarakat Maluku Tenggara yang akan dinilai melalui sikap, perilaku, dan prestasi.
"Kalian adalah duta Maluku Tenggara. Tunjukkan etika, disiplin, dan semangat yang baik. Pulang nanti harus menjadi agen perubahan bagi teman-teman di sekolah maupun lingkungan masing-masing," pesannya.
Lebih jauh, Hanubun meminta Dinas Pemuda dan Olahraga bersama Dinas Pendidikan untuk terus memperkuat pembinaan kepramukaan di seluruh jenjang pendidikan.
Menurutnya, pendidikan karakter melalui Pramuka harus menjadi bagian penting dalam mencetak generasi yang tangguh, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Maluku Tenggara melaporkan bahwa kontingen terdiri atas 16 peserta putra, 16 peserta putri, empat pembina pendamping, dua pimpinan kontingen cabang, serta dua pengurus Kwartir Cabang, sehingga total berjumlah 40 orang.
Ia menjelaskan bahwa keikutsertaan kontingen dalam Jambore Nasional XII bertujuan mempererat persaudaraan antaranggota Pramuka se-Indonesia, meningkatkan keterampilan dan wawasan kebangsaan, serta mengharumkan nama Maluku Tenggara di tingkat nasional.
Prestasi kontingen Maluku Tenggara pada ajang nasional sebelumnya juga menjadi modal optimisme. Pada Jambore Nasional 2022 maupun Raimuna Nasional 2023, kontingen Maluku Tenggara dipercaya mewakili Provinsi Maluku dan berhasil menunjukkan kapasitas serta kualitas pembinaan kepramukaan di daerah.
Pelepasan kontingen turut dihadiri Wakil Bupati Maluku Tenggara, unsur pimpinan DPRD, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran Kwartir Cabang Gerakan Pramuka, Kementerian Agama, para pembina, orang tua peserta, serta tamu undangan lainnya.
Dengan keberangkatan kontingen menuju Jambore Nasional XII, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berharap para peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman dan prestasi, tetapi juga menjadi generasi pelopor yang mampu menginspirasi, memperkuat semangat persatuan, serta menjadi motor penggerak pembangunan karakter di Bumi Larvul Ngabal.

Social Header