![]() |
Peluncuran program ini menandai komitmen Polres Tual untuk hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra pendidikan yang aktif membimbing pelajar agar terhindar dari berbagai ancaman sosial yang kini semakin kompleks, mulai dari kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, perundungan (bullying), hingga kejahatan di ruang digital.
Dalam sambutannya, Kapolres Tual menegaskan bahwa "Polisi Mengajar" bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang sadar hukum, disiplin, dan berintegritas.
"Kami ingin para siswa mengenal polisi bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan mitra yang melindungi, mengayomi, serta membimbing masyarakat. Melalui program ini kami ingin membangun komunikasi yang baik, mendengar harapan para pelajar, sekaligus memberikan pemahaman yang benar tentang tugas kepolisian," ujar AKBP Whansi Des Asmoro.
Kapolres menjelaskan, personel Polres Tual akan memberikan 15 materi pembelajaran yang relevan dengan tantangan kehidupan remaja masa kini. Materi tersebut meliputi kesadaran hukum, tertib berlalu lintas, bahaya narkoba dan minuman keras, perlindungan anak dan pencegahan bullying, etika bermedia sosial, pergaulan sehat, kenakalan remaja, bahaya hoaks, intoleransi, literasi digital, wawasan kebangsaan bagi pemuda NKRI, pendidikan antikorupsi, keamanan lingkungan, hukum dan HAM, serta refleksi dan penguatan komitmen sebagai generasi penerus bangsa.
Menurut Kapolres, pelaksanaan program akan disesuaikan dengan jadwal belajar di masing-masing sekolah sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran.
Ia menyebut arahan Kapolda Maluku menegaskan bahwa durasi penyampaian materi oleh personel Polri maksimal 15 menit setiap sesi.
Lebih jauh, AKBP Whansi Des Asmoro mengungkapkan bahwa meningkatnya laporan kasus kenakalan remaja yang diterima Polsek maupun Polres Tual menjadi salah satu alasan utama lahirnya program tersebut.
"Ini adalah ikhtiar bersama untuk menyelamatkan masa depan anak-anak kita. Kami mengajak seluruh guru, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga generasi muda agar tidak terjerumus dalam berbagai bentuk kenakalan remaja.
Persiapkan diri sejak sekarang untuk meraih cita-cita. Siapa yang ingin menjadi anggota TNI, belajarlah dengan sungguh-sungguh. Yang bercita-cita menjadi anggota Polri juga harus mempersiapkan diri sejak dini.
Dan yang paling penting, hormati guru karena jasa merekalah kita menjadi manusia yang berguna," pesannya.
![]() |
Menurutnya, program tersebut akan memberikan nilai tambah bagi pembentukan karakter peserta didik sekaligus memperkuat pendidikan moral dan kesadaran hukum di kalangan pelajar.
Ia berharap para siswa dapat mengambil manfaat dari setiap materi yang disampaikan, sehingga tumbuh menjadi generasi yang disiplin, bertanggung jawab, menjauhi perilaku menyimpang, serta mampu menjadi pelopor keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Program "Polisi Mengajar" direncanakan akan diperluas ke berbagai sekolah di wilayah hukum Polres Tual sebagai bagian dari upaya berkelanjutan membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, taat hukum, dan siap menghadapi tantangan era digital.
Melalui pendekatan edukatif ini, Polres Tual menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari ruang-ruang pendidikan sebagai tempat lahirnya generasi penerus bangsa.


Social Header