![]() |
Langkah ini diambil guna memastikan konektivitas transportasi laut di wilayah timur Indonesia tetap berjalan di tengah tingginya permintaan penumpang.
Kepala PT PELNI Cabang Tual, Agus Herianta, mengatakan KM Labobar telah memasuki masa docking sejak 23 Juli 2026 dan dijadwalkan kembali beroperasi pada 19 Agustus 2026. Selama periode tersebut, KM Sinabung akan mengambil alih sebagian layanan guna mengurangi dampak terhadap mobilitas masyarakat.
"KM Sinabung disiapkan sebagai solusi sementara agar kebutuhan transportasi laut masyarakat tetap terpenuhi, terutama karena dalam satu bulan terakhir permintaan penumpang mengalami peningkatan yang sangat tinggi akibat tidak beroperasinya KM Labobar," ujar Agus saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, KM Sinabung akan melayani sejumlah rute strategis di kawasan timur Indonesia, di antaranya Tual – Dobo – Kaimana – Fakfak, sebelum kembali melanjutkan pelayaran menuju rute wilayah barat.
Kehadiran kapal tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran arus penumpang maupun distribusi logistik antarwilayah.
Terkait pemesanan tiket, Agus mengungkapkan bahwa penjualan tiket KM Sinabung telah dibuka secara daring (online). Namun, tingginya antusiasme masyarakat membuat seluruh kuota tiket tempat duduk telah habis terjual.
Meski demikian, PT PELNI masih menyediakan tiket non-seat yang dapat diperoleh langsung di loket atau konter resmi PELNI Cabang Tual.
Masyarakat diimbau untuk membeli tiket hanya melalui kanal resmi guna menghindari praktik percaloan maupun penipuan.
Berdasarkan jadwal pelayaran, KM Sinabung dijadwalkan bertolak dari Surabaya pada 4 Agustus 2026, kemudian tiba di Pelabuhan Tual pada 8 Agustus 2026 sebelum melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan akhir di Fakfak. Setelah itu, kapal akan kembali ke Tual pada 10 Agustus 2026 untuk melayani pelayaran ke rute wilayah barat.
PT PELNI berharap kehadiran KM Sinabung dapat menjadi solusi sementara yang efektif selama KM Labobar menjalani docking, sekaligus memastikan aktivitas ekonomi, perjalanan masyarakat, dan konektivitas antarpulau di kawasan Maluku serta Indonesia Timur tetap terjaga tanpa gangguan berarti.
(APRI)

Social Header