![]() |
Teguran tersebut disampaikan Thaher Hanubun saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan jalan santai dalam rangka menyongsong HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026 yang dipusatkan di kawasan Landmark Larvul Ngabal, Kota Langgur, Senin (10/8/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk menanamkan kembali semangat kebangsaan kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi muda.
Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Thaher meminta para guru dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) menerjemahkan makna tema tersebut kepada para siswa agar mereka memahami bahwa kemerdekaan merupakan tanggung jawab bersama.
“Tema ini bukan slogan, melainkan cermin semangat dan cita-cita bersama seluruh anak bangsa, termasuk kita masyarakat Maluku Tenggara,” tegasnya.
Bupati Soroti Sekolah yang Tak Hadir
Thaher secara khusus menyoroti ketidakhadiran sejumlah sekolah tingkat SMA dan SMK dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, meskipun SMA dan SMK berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Maluku, keberadaan sekolah-sekolah tersebut berada di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara sehingga tetap memiliki tanggung jawab moral dan kebangsaan untuk ikut menyukseskan rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Ia menyebut dari tujuh sekolah yang seharusnya terlibat, masih terdapat sekolah yang tidak hadir dalam kegiatan.
“Saya memberikan peringatan kepada tingkat SLTA. Hari ini dari tujuh sekolah ada SMA, SMEA, SMK yang tidak hadir,” tegas Thaher di hadapan para guru, siswa, Forkopimda, pimpinan OPD dan undangan lainnya.
Bupati bahkan meminta Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Maluku Tenggara menyiapkan surat resmi yang akan ditujukan kepada Gubernur Maluku dan ditembuskan kepada dinas terkait.
Surat tersebut, kata dia, diperlukan agar persoalan partisipasi sekolah dalam kegiatan kenegaraan dapat menjadi perhatian pemerintah provinsi.
“Kalau saudara tidak berpartisipasi selama peringatan 17 Agustus ini, saya memberikan peringatan keras, karena 17 Agustus itu kewajiban kita semua,” ujarnya.
38 Rumah Tak Kibarkan Merah Putih
Tak hanya sekolah, Bupati juga menyoroti rendahnya kepatuhan warga dalam memasang bendera Merah Putih menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Ia mengaku secara langsung memantau kondisi di sejumlah wilayah, khususnya sepanjang jalur dari kawasan Prapatan Lanud hingga Landmark Larvul Ngabal.
Hasil pemantauannya membuat Bupati geram.
Dari 55 rumah yang berada di sepanjang ruas jalan tersebut, hanya 17 rumah yang telah memasang bendera Merah Putih. Sementara 38 rumah lainnya belum mengibarkan bendera.
Thaher kemudian meminta Camat Kei Kecil segera turun tangan dan memastikan seluruh rumah maupun tempat usaha yang berada di wilayahnya memasang bendera Merah Putih.
“Saya sudah periksa. Sore saya sudah periksa bahwa bendera sudah naik. Ini demi Tuhan, saya tidak main-main,” tegasnya.
Ia menegaskan pemasangan umbul-umbul tidak dapat menggantikan kewajiban memasang bendera Merah Putih.
“Umbul-umbul boleh dipasang, tapi bendera itu harus berdiri. Siapapun dia harus pasang bendera itu, karena itu perintah negara,” katanya.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons tepuk tangan dari peserta kegiatan.
Tanamkan Nasionalisme Sejak Bangku Sekolah
Di hadapan para siswa SD, SMP hingga SMA yang mengikuti jalan santai, Thaher kemudian mengajak generasi muda memahami simbol kebangsaan dengan cara sederhana.
Ia meminta para siswa berdiri dan menjawab pertanyaan mengenai warna pakaian yang dikenakannya.
“Topinya apa?” tanya Thaher.
“Merah!” jawab para siswa.
“Celananya apa?”
“Putih!”
“Jadi?”
“Merah putih!” jawab para siswa serentak.
Bupati kemudian mengajak para guru untuk terus menanamkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap Indonesia kepada generasi muda sejak dini.
“Tanamkan rasa kebangsaan mulai dari sekarang,” pesannya.
Jalan Santai Resmi Dibuka
Di akhir sambutannya, Bupati Maluku Tenggara secara resmi membuka kegiatan jalan santai sebagai bagian dari rangkaian menyongsong HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pembukaan ditandai dengan pelepasan peserta dan prosesi simbolis yang turut melibatkan unsur pimpinan daerah serta panitia kegiatan.
Kegiatan jalan santai tersebut menjadi salah satu rangkaian awal perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Maluku Tenggara sekaligus menjadi momentum untuk menggelorakan semangat persatuan, nasionalisme dan kecintaan terhadap Merah Putih di tengah masyarakat.
Bagi Thaher Hanubun, peringatan kemerdekaan bukan hanya tentang kemeriahan acara, tetapi juga tentang sejauh mana semangat kemerdekaan diwujudkan melalui kepatuhan, persatuan dan rasa tanggung jawab sebagai warga negara.

Social Header