Breaking News

Rp750 Juta untuk Masjid Al-Mujiba Selayar, Bupati Malra Tekankan Transparansi Pengelolaan Bantuan ‎

 

LANGGUR, MALRA-NEWS.ID – Dukungan terhadap percepatan pembangunan Masjid Al-Mujiba di Ohoi Selayar, Kabupaten Maluku Tenggara, terus mengalir. Tidak hanya melalui bantuan Pemerintah Daerah, dukungan juga datang dari DPRD Maluku Tenggara, dunia usaha, jajaran pemerintah daerah hingga masyarakat.

‎Pemerintah Daerah Maluku Tenggara sebelumnya mengalokasikan dana hibah sebesar Rp500 juta untuk pembangunan Masjid Al-Mujiba. Dukungan tersebut kemudian diperkuat melalui DPRD Maluku Tenggara. Wakil Ketua DPRD Maluku Tenggara Yohanis Bosco Rahawarin menyampaikan adanya tambahan dukungan sebesar Rp250 juta, sehingga total dukungan dana hibah pemerintah daerah dan DPRD mencapai Rp750 juta.

‎Namun, dukungan pembangunan masjid tidak berhenti pada bantuan dana. Sejumlah pihak juga turut memberikan bantuan material untuk mempercepat proses pembangunan.

‎Donatur dari PT. SDK memberikan bantuan sebanyak 150 sak semen. Bantuan dengan jumlah yang sama, yakni 150 sak semen, juga diberikan oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Maluku Tenggara, Rasyid.

‎Sementara itu, bantuan material juga datang dari jajaran Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Ruslan Ingratubun bersama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Muhammad Tukloy turut menyumbangkan 100 sak semen.

‎Tidak hanya melalui kapasitas kelembagaan, Wakil Ketua DPRD Maluku Tenggara Yohanis Bosco Rahawarin juga memberikan dukungan secara pribadi dengan menyumbangkan 10 ret pasir untuk pembangunan Masjid Al-Mujiba Ohoi Selayar.

‎Besarnya dukungan tersebut membuat Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun memberikan penekanan khusus agar seluruh bantuan, baik dalam bentuk uang maupun material, tidak berhenti sebagai angka dan daftar sumbangan semata.

‎Thaher justru meminta seluruh bantuan tersebut dikawal secara terbuka oleh panitia pembangunan masjid, imam, Penjabat Kepala Ohoi, serta masyarakat Ohoi Selayar.

‎Bagi Bupati, transparansi menjadi kunci agar setiap rupiah dan setiap material yang diberikan benar-benar sampai pada tujuan utama, yakni mempercepat pembangunan Masjid Al-Mujiba.

‎“Saya minta panitia pembangunan masjid, imam, Penjabat Kepala Ohoi, dan masyarakat mengawasi serta mengawal semua biaya dan bantuan material yang telah disampaikan. Semuanya harus terbuka di hadapan masyarakat,” tegas Thaher.

‎Ia meminta setiap bantuan yang masuk dicatat secara jelas, termasuk sumber dan peruntukannya. Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui seluruh dukungan yang diberikan berbagai pihak untuk pembangunan rumah ibadah tersebut.

‎BUKAN SEKADAR CATATAN ADMINISTRASI

‎Thaher juga mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan tidak hanya tercatat secara administratif, tetapi harus dapat dilihat dalam progres nyata pembangunan fisik Masjid Al-Mujiba.

‎Ia kembali menegaskan bahwa dukungan Rp500 juta dari pemerintah daerah dan tambahan Rp250 juta melalui DPRD merupakan bagian dari dukungan utama. Di luar itu, masih terdapat bantuan material dari berbagai pihak yang juga harus dicatat dan dipertanggungjawabkan secara terbuka.

‎“Kalau bantuan dari kepala dinas dan pihak-pihak lain sudah disampaikan, semuanya harus dicatat. Ini di luar yang Rp500 juta dan Rp250 juta tadi,” ujar Thaher.

‎Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan tegas bahwa semakin besar dukungan yang diberikan, semakin besar pula tanggung jawab panitia dan seluruh pihak yang terlibat untuk memastikan proses pembangunan berjalan transparan.

‎GOTONG ROYONG UNTUK MASJID AL-MUJIBA

‎Bupati berharap dukungan pemerintah, DPRD, dunia usaha, jajaran birokrasi dan masyarakat dapat menjadi kekuatan bersama untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Masjid Al-Mujiba Ohoi Selayar.

‎Menurutnya, pembangunan rumah ibadah bukan hanya persoalan fisik bangunan, tetapi juga menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

‎Karena itu, ia meminta masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam mengawasi proses pembangunan hingga masjid tersebut benar-benar selesai dan dapat dimanfaatkan.

‎“Yang penting semuanya dikawal bersama. Jangan sampai bantuan yang sudah diberikan tidak jelas. Masyarakat harus tahu dan ikut mengawasi agar pembangunan berjalan sebagaimana mestinya dan rampung pada waktunya,” pungkas Thaher.

‎Dengan total dukungan dana yang disebut mencapai Rp750 juta, ditambah ratusan sak semen dan material lainnya, pembangunan Masjid Al-Mujiba kini mendapat suntikan dukungan yang cukup besar.

‎Tantangannya tinggal satu: memastikan seluruh bantuan tersebut benar-benar berubah menjadi progres pembangunan yang nyata, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat Ohoi Selayar.

© Copyright 2022 - malra-news.id