![]() |
Lomba gerak jalan tersebut mengambil titik start di Lapangan Wakatran dan berakhir di Lapangan Upacara Ngurmasyamlim. Kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting untuk menanamkan semangat nasionalisme, kedisiplinan, kekompakan, serta jiwa sportivitas kepada generasi muda di wilayah Kei Besar.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA/SMK, turun ambil bagian dan menjadikan ruas jalan di Kei Besar dipenuhi warna-warni seragam sekolah serta barisan peserta yang bergerak penuh semangat.
Untuk tingkat SD, peserta berasal dari SD Negeri 1 Elat sebanyak 3 regu, SD Dit Rahareng 1 regu, SD Negeri Lerohoilim 2 regu, MIN 2 Malra 1 regu, SD Naskat Watuar 1 regu, SD Kristen Yamtel 1 regu, SD Naskat Wulurat 2 regu, serta SD Inpres 2 Elat sebanyak 2 regu.
Sementara tingkat SMP diikuti SMP Negeri 1 Elat dengan 6 regu, SMP Harangur 1 regu, dan SMP Bombai sebanyak 4 regu.
Untuk tingkat SMA, peserta terdiri dari SMAK Katlarat 2 regu, SMA Aliyah 1 regu, SMA Negeri 1 Elat 8 regu, serta SMA Kristen Yamtel 1 regu.
Kehadiran Kapolsek Kei Besar dalam pelepasan peserta sekaligus memperlihatkan dukungan jajaran kepolisian terhadap kegiatan masyarakat, khususnya kegiatan positif yang melibatkan generasi muda dalam momentum peringatan kemerdekaan.
“Kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus diisi dengan semangat persatuan, kedisiplinan dan prestasi. Anak-anak muda inilah yang akan menjadi penerus bangsa,” menjadi semangat yang tercermin dalam kegiatan tersebut.
Lomba gerak jalan bukan sekadar ajang perlombaan. Di balik setiap langkah peserta, tersimpan pesan tentang persatuan, kebersamaan dan penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan Indonesia.
Dari Lapangan Wakatran menuju Lapangan Ngurmasyamlim, langkah para pelajar Kei Besar menjadi gambaran bahwa semangat “Indonesia Maju” terus hidup hingga ke pelosok negeri, termasuk di tanah Kei.

Social Header