![]() |
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Maulid Nabi bukan sekadar seremoni tahunan untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi momentum refleksi untuk menghadirkan akhlak Nabi dalam kehidupan bermasyarakat, beragama, dan menjalankan pemerintahan.
Mengusung tema “Rasulullah SAW Teladan Kita, Ain Ni Ain Perekat Kita, Persaudaraan dan Kedamaian Kekuatan Maluku Tenggara,” Bupati menyampaikan bahwa Rasulullah mengajarkan kejujuran, amanah, kasih sayang, kesabaran, dan keadilan sebagai nilai yang harus terus hidup di tengah masyarakat Kei. 04/09/2026
Menurutnya, falsafah Ain Ni Ain memiliki makna yang sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW, yakni seluruh masyarakat adalah saudara yang saling menjaga, saling membantu, dan saling menguatkan tanpa memandang perbedaan.
“Ain Ni Ain bukan sekadar warisan budaya. Ini adalah kekuatan sosial dan moral masyarakat Kei yang harus terus kita rawat sebagai perekat persaudaraan dan kedamaian,” tegas Bupati.
Bupati juga mengingatkan bahwa persaudaraan merupakan modal utama pembangunan. Ia mengajak masyarakat untuk tidak membiarkan perbedaan pilihan politik, kelompok, maupun pandangan menjadi pemicu perpecahan.
“Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan berbeda dalam persaudaraan. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan kehilangan rasa hormat. Kita tetap satu sebagai basudara di Tanah Kei,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyoroti tantangan era digital. Ia mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar menggunakan media sosial secara bijak dan tidak menjadikannya sebagai ruang penyebaran fitnah, ujaran kebencian, maupun provokasi yang dapat merusak kerukunan.
Ia mengajak para orang tua, guru, tokoh agama, dan tokoh adat untuk bersama-sama membentengi generasi muda dengan iman, ilmu, dan akhlak, sehingga kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan kebaikan dan memperkuat persatuan.
Selain itu, Bupati mendorong masjid, majelis taklim, lembaga pendidikan, dan lembaga adat menjadi pusat pembinaan karakter serta penguatan nilai persaudaraan di tengah masyarakat.
Menutup sambutannya, Bupati Muhamad Thaher Hanubun mengajak seluruh masyarakat menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai titik tolak memperbaiki diri, memperkuat iman, mempererat persaudaraan, dan memperkokoh persatuan masyarakat Maluku Tenggara.
“Rasulullah SAW teladan kita. Ain Ni Ain perekat kita. Persaudaraan dan kedamaian adalah kekuatan Maluku Tenggara. Mari bersama membangun Tanah Kei yang religius, aman, maju, harmonis, dan bermartabat,” pungkasnya.

Social Header