![]() |
Berdasarkan siaran pers Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura Ambon, hasil pengamatan menunjukkan adanya asap tipis hingga sedang yang menyelimuti langit Maluku, dengan jarak pandang berkisar 5–9 kilometer.
Pada 3 Oktober 2026, asap cukup tebal juga teramati pada pagi hari di sejumlah wilayah, dengan jarak pandang kurang dari 5 kilometer. BMKG mendeteksi hingga 12 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi, dengan jumlah terbanyak berada di wilayah Buru Selatan.
BMKG menyebut sebaran asap yang masuk ke wilayah Maluku dipengaruhi arah angin dari timur hingga barat laut. Berdasarkan pemantauan satelit Himawari-9, asap tersebut diprakirakan berasal dari wilayah Papua serta sebagian wilayah Pulau Buru dan Pulau Seram
Dalam peringatannya, Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara termasuk wilayah yang perlu mewaspadai potensi asap dengan kategori sedang.
Kondisi udara kabur juga masih tercatat dalam prakiraan maritim BMKG pada 7 Oktober 2026, sementara sejumlah wilayah Maluku diprakirakan mengalami kondisi berawan tebal hingga kabut pada waktu tertentu.
BMKG Maritim +1
BMKG Imbau Warga Waspada
BMKG mengimbau masyarakat untuk:
Menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Memperbanyak minum air putih.
Menutup jendela apabila asap mulai terasa pekat.
Mengurangi aktivitas di luar ruangan bagi kelompok rentan.
Mewaspadai penurunan jarak pandang bagi pengguna jalan, transportasi laut, maupun penerbangan.
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan disarankan lebih membatasi aktivitas di luar ruangan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar terus memperbarui informasi resmi terkait kondisi cuaca dan kualitas udara melalui kanal BMKG.
Editor : Thony Pohwain

Social Header