Breaking News

Meti Kei Menuju Destinasi Wisata Dunia, Pengelolaan Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat Jadi Kunci ‎

 

LANGGUR,MALRA-NEWS.ID — Pengembangan Meti Kei sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Maluku Tenggara tidak cukup hanya mengandalkan promosi keindahan alam. Pengelolaan pariwisata yang baik, keterlibatan pelaku usaha lokal, serta pelestarian budaya dan lingkungan pesisir menjadi faktor penting untuk memastikan sektor pariwisata memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

‎Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2026 menjadi salah satu momentum strategis untuk memperkenalkan potensi wisata Kepulauan Kei kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

‎Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, sebelumnya menegaskan bahwa Festival Pesona Meti Kei bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sarana promosi kekayaan alam dan budaya daerah. Puncak festival tahun ini dijadwalkan berlangsung di Pantai Ngurbloat pada 24 Oktober 2026. 

‎Pengelolaan Wisata Harus Memberikan Manfaat bagi Masyarakat

‎Selain memperkenalkan keindahan pantai dan fenomena surutnya air laut atau meti, pengembangan pariwisata perlu diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar destinasi wisata.

‎Pelaku usaha lokal, termasuk pedagang kuliner, pengrajin, pelaku UMKM, penyedia jasa transportasi, dan pengelola penginapan, perlu memperoleh kesempatan untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan pariwisata.

‎Dengan demikian, meningkatnya kunjungan wisatawan diharapkan tidak hanya memperkuat citra Maluku Tenggara sebagai destinasi wisata, tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

‎Budaya Kei dan Lingkungan Pesisir Harus Tetap Terjaga

‎Kekayaan budaya dan kearifan lokal merupakan bagian penting dari daya tarik wisata Kepulauan Kei. Tradisi seperti Wer Warat memperlihatkan hubungan erat masyarakat dengan laut, sekaligus mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan yang diwariskan secara turun-temurun.

‎Karena itu, pengembangan wisata perlu berjalan seiring dengan pelestarian tradisi, perlindungan ekosistem pesisir, pengurangan sampah plastik, serta pemeliharaan kebersihan pantai.

‎Kesadaran masyarakat dan wisatawan dalam menjaga lingkungan menjadi salah satu faktor penting untuk mempertahankan keindahan alam Kei agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

‎Kolaborasi Menjadi Kunci Pariwisata Berkelanjutan

‎Pemerintah daerah, masyarakat adat, pelaku usaha, komunitas pemuda, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat membangun kerja sama dalam mengembangkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

‎Peningkatan kualitas pelayanan, penyediaan fasilitas yang memadai, promosi digital, serta penguatan produk ekonomi kreatif lokal dapat menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata Maluku Tenggara.

‎Meti Kei memiliki potensi besar untuk semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Namun, keberhasilan pengembangannya tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang, melainkan juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat, terjaganya budaya lokal, dan lestarinya lingkungan pesisir.

‎Dengan pengelolaan yang terarah dan keterlibatan masyarakat secara luas, Meti Kei diharapkan semakin berkembang sebagai kebanggaan Kepulauan Kei sekaligus destinasi wisata yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang.

‎PW: Th. Pohwain

© Copyright 2022 - malra-news.id