![]() |
Penyerahan Yelim berlangsung di Jemaat GPM Ohoira dan dilanjutkan di Gereja Maranatha, Kota Tual. Dukungan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian dan kebersamaan dalam menopang kebutuhan tuan rumah menjelang pelaksanaan dua agenda penting gereja dan organisasi kepemudaan tersebut.
Yelim yang diserahkan berupa hasil kebun dan berbagai kebutuhan lainnya. Bantuan ini bukan sekadar pemberian, melainkan simbol solidaritas, persaudaraan, serta tanggung jawab bersama dalam menyukseskan kegiatan pelayanan gerejawi.
Perkuat Sinergi Gereja dan Pemuda
Kegiatan ini dihadiri Ketua Klasis GPM Kei Besar, Pdt. D. Toisuta, bersama Sekretaris Klasis, Pdt. C. Renjaan/B, serta sejumlah Ketua Majelis Jemaat.
Turut hadir Ketua AMGPM Daerah Kei Besar, Bung W. A. Rahangmetan, Sekretaris Daerah, Pdt. S. Ruhulessin, dan sejumlah pengurus AMGPM Daerah Kei Besar lainnya.
![]() |
Tradisi Yelim juga menegaskan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya ditentukan oleh panitia penyelenggara, tetapi turut membutuhkan keterlibatan, kepedulian, dan dukungan seluruh elemen gereja.
Fangnanaan Ain ni Ain Jadi Semangat Kebersamaan
Bagi masyarakat Kei, semangat Fangnanaan Ain ni Ain menjadi landasan penting dalam membangun kehidupan yang saling menghargai, peduli, dan menopang satu sama lain.
Nilai tersebut tercermin dalam penyerahan Yelim oleh MPK Klasis GPM Kei Besar bersama AMGPM Daerah Kei Besar. Dukungan ini sekaligus menjadi pesan bahwa pelayanan gereja dan pengabdian pemuda harus berjalan beriringan, bukan hanya dalam kata-kata, tetapi melalui tindakan nyata.
Melalui kegiatan ini, MPK Klasis GPM Kei Besar dan AMGPM Daerah Kei Besar berharap semangat berbagi dan persaudaraan terus dipelihara, sehingga persiapan hingga pelaksanaan MPP ke-37 AMGPM dan Sidang ke-46 MPL GPM dapat berjalan lancar dan sukses.
Yelim menjadi bukti bahwa ketika gereja, pemuda, dan jemaat bergerak bersama, beban pelayanan dapat dipikul bersama demi kemuliaan Tuhan dan penguatan persekutuan orang basudara.
Pewarta : Thony Pohwain


Social Header