![]() |
Ketua Panitia, Chaky Rahayaan mengimbau publik untuk tidak mempolitisasi kegiatan kemanusiaan yang murni berlandaskan semangat toleransi dan persaudaraan antarumat beragama tersebut.
Langkah klarifikasi ini diambil demi mencegah simpang siur informasi yang berpotensi memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat. Panitia menegaskan bahwa hubungan antar pimpinan daerah tetap harmonis dan tidak ada keretakan sebagaimana diisukan, " Ucap Chaky pada postingan Akun Facebook miliknya.
Gagasan konser amal ini sendiri sejatinya telah dirancang secara terbuka sejak awal melalui pertemuan di Café KONICIWA yang turut dihadiri Wakil Bupati, bahkan Ibu Wakil Bupati ikut mendukung lewat pembuatan video promosi.
Terkait jajaran tokoh yang terpampang pada baliho kegiatan, panitia membeberkan daftar kontribusi konkret dari para pihak yang memberikan dukungan murni secara pribadi:
-Bapak Hendrik Lewerissa: Memberikan bantuan dana tunai sebesar Rp50 juta.
-Bapak Benhur Watubun: Memberikan bantuan dana tunai sebesar Rp30 juta.
-Bapak Yani Renuat: Menyediakan fasilitas panggung dan peralatan lengkap bernilai ratusan juta rupiah secara gratis.
-Bapak Drs. H. Muhamad Thaher Hanubun: Menjadi penggagas utama sekaligus penyokong dana pribadi, tanpa menyentuh anggaran Pemerintah Daerah.
-Bapak Wakil Bupati: Turut dimuat posisinya sebagai bentuk dukungan moral atas terselenggaranya aksi sosial ini.
Panitia meminta masyarakat dapat membedakan secara tegas antara agenda aksi amal independen dengan kegiatan formal pemerintahan.
Adapun mengenai teknis baliho resmi milik Pemerintah Daerah yang disoalkan sebagian pihak, panitia menegaskan hal tersebut sepenuhnya menjadi ranah dinas terkait dan di luar kewenangan panitia penyelenggara.
Di samping itu, keterlambatan pemasangan atribut yang baru rampung beberapa jam menjelang acara murni disebabkan oleh keterbatasan sumber daya manusia, di mana tim kerja lapangan hanya diperkuat oleh enam orang panitia.
Essensi utama dari agenda ini adalah wujud nyata nilai toleransi tinggi dan keberagaman di mana seorang Muslim tergerak memprakarsai pembangunan rumah ibadah umat Kristiani. Nilai persaudaraan dan filosofi Ain Ni Ain inilah yang sepatutnya dijaga, bukan justru digeser menjadi komoditas kegaduhan politik.
Panitia berharap seluruh pihak dapat menghentikan prasangka dan bersama-sama merawat kondusivitas daerah, sehingga niat tulus menghibur masyarakat sekaligus berderma dapat mencapai tujuannya dengan baik.

Social Header