![]() |
Bukan sekadar tradisi menangkap ikan, Fan Kurkurat menjadi simbol hidupnya warisan leluhur yang menyatukan manusia, laut, dan alam dalam satu ikatan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Di tengah pesatnya perkembangan zaman, tradisi ini menghadirkan pesan kuat bahwa identitas budaya tidak boleh hilang ditelan modernisasi. Sebaliknya, kearifan lokal harus terus dirawat, diperkenalkan, dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian penting dari jati diri masyarakat Kepulauan Kei.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tenggara, Rasyid, yang hadir mewakili Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara.
Bukan Hanya Tradisi, Ini Kebanggaan Orang Kei!
Fan Kurkurat menyimpan nilai budaya yang jauh lebih besar daripada aktivitas memanah ikan. Tradisi ini memperlihatkan kedekatan masyarakat pesisir dengan laut, sekaligus menjadi ruang untuk mengenalkan pengetahuan lokal dan kebiasaan leluhur kepada masyarakat luas.
Melalui Festival Pesona Meti Kei 2026, tradisi unik ini berpeluang menjadi daya tarik wisata budaya yang membedakan Kepulauan Kei dari destinasi lainnya.
Keindahan pantai, kekayaan laut, keramahan masyarakat, dan tradisi yang tetap hidup merupakan perpaduan istimewa yang layak diperkenalkan kepada wisatawan nusantara hingga mancanegara.
Dari Ohoi Kolser untuk Dunia
Pelaksanaan Fan Kurkurat di Ohoi Kolser menegaskan bahwa desa-desa di Kepulauan Kei memiliki potensi besar untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal.
Jika terus dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat, kegiatan seperti ini dapat membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM dan masyarakat setempat, sekaligus memperkuat promosi pariwisata Maluku Tenggara.
Namun, yang paling penting bukan hanya menjadikan tradisi sebagai tontonan wisata, melainkan memastikan nilai, makna, dan pengetahuan yang terkandung di dalamnya tetap terjaga.
Fan Kurkurat adalah warisan yang patut dibanggakan. Ketika budaya dijaga, identitas tetap hidup. Ketika tradisi diperkenalkan, dunia akan mengenal siapa orang Kei dan dari mana akar budayanya berasal.
Festival Pesona Meti Kei 2026 pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa Kepulauan Kei bukan hanya dianugerahi pesona alam yang memukau, tetapi juga memiliki warisan leluhur yang bernilai dan layak dikenal hingga ke panggung dunia.
Pewarta : Th.Pohwain

Social Header