![]() |
Program pembangunan KNMP ini mencakup tujuh ohoi, yakni Sare, Namar, Dunwahan, Hoor Kristen, Weduar, Sather, dan Tamangil Nuyanat. Kehadiran kawasan tersebut diharapkan menjadi momentum penting bagi pengembangan sektor kelautan dan perikanan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
Dalam sambutannya, Thaher menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan atas perhatian dan dukungan terhadap pembangunan kawasan nelayan di Maluku Tenggara.
Menurut Thaher, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi merupakan bagian dari strategi pembangunan nasional yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, khususnya nelayan yang menggantungkan penghidupan dari kekayaan laut.
“Laut adalah tempat bekerja, sumber pangan, sekaligus tumpuan masa depan keluarga kita. Karena itu, kekayaan laut harus semakin besar manfaatnya bagi kesejahteraan nelayan,” tegas Thaher.
BUPATI TEKANKAN PEMBANGUNAN HARUS BERDAMPAK NYATA
Thaher menegaskan, peletakan batu pertama tidak boleh berhenti sebagai seremoni formalitas. Pembangunan KNMP harus menghasilkan perubahan nyata, mulai dari peningkatan produktivitas nelayan, kualitas hasil tangkapan, akses pemasaran, hingga peningkatan pendapatan keluarga.
Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait mengawal pembangunan secara serius, memastikan kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, serta kesesuaian fasilitas dengan kebutuhan masyarakat nelayan.
Bupati juga mengingatkan bahwa pengelolaan, pemeliharaan, dan akses pasar harus dipersiapkan sejak awal agar fasilitas yang dibangun tidak sekadar menjadi bangunan fisik, tetapi benar-benar berfungsi dan memberikan manfaat jangka panjang.
“Kepada masyarakat, mari kita jaga dan manfaatkan pembangunan ini bersama-sama. Tingkatkan usaha, perkuat kebersamaan, serta pelihara laut agar tetap produktif bagi anak cucu kita,” pesannya.
TUJUH OHOI DIHARAPKAN MENJADI PENGGERAK EKONOMI PESISIR
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menaruh harapan besar terhadap pembangunan KNMP sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat di tujuh ohoi penerima manfaat.
Pengembangan kawasan nelayan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi pesisir, mulai dari aktivitas penangkapan ikan, pengolahan hasil laut, hingga pemasaran, sehingga potensi kelautan daerah dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Thaher menegaskan bahwa keberhasilan program harus diukur melalui peningkatan kesejahteraan, pendapatan, dan kualitas hidup keluarga nelayan, bukan semata-mata berdasarkan selesainya pembangunan fisik.
“Keberhasilan program ini kelak harus terlihat pada kehidupan keluarga nelayan yang semakin sejahtera. Itulah semangat SETARA—Sejahterakan Negeri yang ingin kita wujudkan,” tutupnya.
Peletakan batu pertama pembangunan KNMP tersebut turut dihadiri Wakil Bupati, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, jajaran pemerintah daerah, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, instansi vertikal, para kepala ohoi, pengurus koperasi, tokoh masyarakat, serta masyarakat dan nelayan Ohoi Sare.
Dimulainya pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih menjadi langkah penting bagi Maluku Tenggara dalam memperkuat sektor kelautan sebagai pilar pembangunan daerah. Namun, masyarakat kini menaruh harapan agar pembangunan tersebut benar-benar dikawal hingga tuntas dan manfaatnya dirasakan langsung oleh para nelayan.
Pewarta: Thony

Social Header