![]() |
Menurutnya, kesempatan penerimaan prajurit tahun ini merupakan peluang besar bagi generasi muda di Maluku Tenggara untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui jalur militer. Kamis, (05/11/26)
Hal tersebut disampaikan Letkol Inf Andi Agussalim dalam kegiatan sosialisasi rekrutmen TNI AD yang turut mendapat dukungan dan inisiatif dari Bupati Maluku Tenggara.
Ia menjelaskan, inisiatif Bupati Maluku Tenggara tersebut telah mendapat sambutan positif dari Pangdam dan langsung ditindaklanjuti oleh jajaran Kodim 1503/Tual.
“Berkat inisiatif Pak Bupati, perencanaannya langsung kami koordinasikan dan disambut baik oleh Bapak Panglima. Ini merupakan kesempatan dan apresiasi yang luar biasa dari Bapak Bupati,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, Kabupaten Maluku Tenggara menjadi salah satu daerah yang telah menindaklanjuti program tersebut, sementara sejumlah daerah lain, termasuk Kota Tual dan Kabupaten Kepulauan Aru, menurut keterangannya, belum menindaklanjuti kegiatan serupa.
Karena itu, ia berharap melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan ini, jumlah putra-putri Maluku Tenggara yang diterima menjadi lebih banyak dibandingkan kabupaten maupun kota lainnya.
Peluang Penerimaan Prajurit Terbuka Lebih Besar
Dalam pemaparannya, Dandim 1503/Tual menyampaikan bahwa penerimaan prajurit TNI AD tahun ini memiliki kuota yang cukup besar.
Ia menyebutkan jumlah penerimaan secara nasional mencapai 248.749 orang. Sementara itu, untuk wilayah Kodam, kuota yang dipaparkan meliputi sekitar 6.000 Bintara dan 19.000 Tamtama.
Menurutnya, besarnya kuota tersebut menjadi kesempatan yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh generasi muda, khususnya di Kabupaten Maluku Tenggara.
“Kesempatan ini tidak datang dua kali. Saya mengharapkan mari kita bekerja bersama agar jumlah putra-putri yang diterima di Kabupaten Maluku Tenggara lebih banyak,” tegasnya.
Ia juga memaparkan target penerimaan untuk wilayah Kodim 1503/Tual, yakni Bintara sebanyak 1.730 orang dan Tamtama sebanyak 4.455 orang, sebagaimana disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Sejumlah Persyaratan Mengalami Relaksasi
Dandim menjelaskan, dalam penerimaan prajurit TNI AD tahun ini terdapat sejumlah perubahan dan relaksasi persyaratan yang memberikan peluang lebih luas bagi calon peserta.
Salah satu perubahan yang disampaikan adalah batas usia maksimal yang sebelumnya 24 tahun menjadi 26 tahun.
Selain itu, terdapat penyesuaian tinggi badan, yakni untuk Bintara minimal 163 sentimeter, sedangkan Tamtama yang sebelumnya 160 sentimeter diturunkan menjadi 158 sentimeter.
Ia juga menjelaskan adanya ketentuan khusus bagi masyarakat adat yang memiliki tradisi tato maupun tindik sebagai bagian dari adat istiadat.
“Bagi daerah-daerah yang memiliki adat istiadat bertato, diberikan kesempatan. Contohnya suku Dayak dan Suku Anak Dalam. Kalau memang ada ketentuan tertulis mengenai masyarakat adat di Maluku yang bertato karena adat, itu bisa diakomodasi,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa ketentuan tersebut hanya berlaku bagi masyarakat yang memenuhi kriteria adat istiadat sesuai ketentuan yang berlaku. Di luar ketentuan khusus tersebut, persyaratan tetap harus dipenuhi oleh setiap calon peserta.
Pendaftaran Bisa Mandiri atau Didampingi Babinsa
Dalam kesempatan itu, Letkol Inf Andi Agussalim juga menjelaskan bahwa proses pendaftaran penerimaan prajurit TNI AD dapat dilakukan secara mandiri melalui jalur online maupun dengan pendampingan Babinsa.
Menurutnya, kedua mekanisme tersebut memiliki keunggulan masing-masing dan dapat disesuaikan dengan kemampuan calon peserta.
Pendaftaran mandiri dinilai lebih fleksibel karena dapat dilakukan dari berbagai tempat, lebih praktis, serta cocok bagi generasi muda yang sudah terbiasa menggunakan teknologi dan internet.
Sementara itu, bagi calon peserta yang membutuhkan bantuan, Babinsa dapat memberikan pendampingan mulai dari proses pendaftaran hingga validasi dan tahapan administrasi.
“Anak-anak sekarang sudah melek teknologi. Mereka bisa mendaftar secara online secara mandiri. Tetapi bagi yang mengalami kesulitan, bisa didampingi oleh Babinsa, Koramil, maupun Kodim setempat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu calon peserta memahami mekanisme pendaftaran dengan benar sehingga proses administrasi dapat berjalan lancar.
Ajak Generasi Muda Persiapkan Diri
Dandim 1503/Tual berharap seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat kewilayahan, hingga masyarakat, dapat bekerja sama dalam menyukseskan penerimaan prajurit TNI AD tahun 2026.
Ia menekankan pentingnya memanfaatkan peluang yang tersedia dengan mempersiapkan diri secara baik, memenuhi persyaratan, serta mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan resmi.
Melalui sosialisasi tersebut, diharapkan semakin banyak generasi muda Maluku Tenggara yang memiliki kesempatan untuk menjadi prajurit TNI AD dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
“Mari kita bekerja bersama. Ini kesempatan besar bagi anak-anak kita di Maluku Tenggara untuk menjadi prajurit TNI AD. Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.
Wartawan: Th.Pohwain

Social Header